
Ilustrasi makanan ultra proses. (Freepik)
JawaPos.com – Konsumsi makanan ultra proses atau ultra-processed food (UPF) terus meningkat seiring gaya hidup modern yang serba cepat. Tanpa disadari, pilihan makanan ini dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan tubuh.
Makanan ultra proses merupakan jenis makanan yang telah melalui berbagai proses industri untuk memperpanjang masa simpan atau meningkatkan rasa. Proses ini biasanya melibatkan bahan tambahan seperti gula, garam, lemak, pengawet, dan pewarna buatan.
Memahami risiko dari makanan ultra proses akan membantu membuat keputusan lebih bijak dalam memilih pola makan sehari-hari. Informasi ini penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan mencegah berbagai penyakit kronis.
Berikut dampak makanan ultra proses dengan tujuh bahaya tersembunyi bagi tubuh, dan cara cerdas memilih alternatif yang lebih sehat, dilansir dari laman Healthmatters, Minggu (22/12):
1. Apa itu makanan ultra proses
Makanan ultra proses adalah jenis makanan yang telah melewati proses industri intensif untuk meningkatkan daya tahan atau rasa. Biasanya, makanan ini mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, dan pemanis.
Contohnya termasuk soda, makanan cepat saji, keripik, dan makanan instan. Proses pengolahan tersebut menghilangkan sebagian besar nutrisi alami dan menggantikannya dengan zat sintetis.
Tidak seperti makanan segar atau olahan minimal, makanan ultra proses sering dirancang untuk meningkatkan kelezatan hingga mendorong konsumsi berlebihan. Hal ini menjadikan makanan ultra proses kurang sehat dibandingkan dengan makanan alami.
2. Kandungan utama dalam ultra proses
Makanan ultra proses ini mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi. Kombinasi ketiganya digunakan untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang masa simpan produk.
Namun, konsumsi berlebih gula akan meningkatkan risiko diabetes. Sedangkan garam berlebih dapat memicu hipertensi. Kandungan lemak jenuh dalam makanan ultra proses juga berkontribusi terhadap obesitas dan kolesterol tinggi.
Aditif kimia seperti pengawet dan pewarna buatan sering kali mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Kandungan ini menjadikan makanan ultra proses kurang direkomendasikan untuk konsumsi harian.
3. Hubungan ultra proses dengan kanker
Peningkatan konsumsi makanan ultra proses memiliki kaitan langsung dengan risiko kanker. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan 10 persen konsumsi makanan ini meningkatkan risiko kanker hingga 6 persen.
Risiko ini lebih tinggi pada kanker tertentu, seperti kanker ovarium yang bisa meningkat hingga 19 persen dan kanker payudara sebesar 16 persen.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
