
Ilustrasi orang menangis (cottonbro studio/pexels.com)
JawaPos.com - Sejak dulu, manusia tertarik pada kisah-kisah sedih, dari drama klasik hingga film epik. Walaupun hiburan seharusnya membuat kita bahagia, kita justru menikmati cerita yang penuh penderitaan.
Fenomena ini sering disebut paradoks sebab kita memilih merasakan emosi negatif seperti kesedihan dan kehilangan.
Para psikolog berpendapat bahwa cerita sedih memberi kita kesempatan untuk merasakan emosi tersebut dengan aman, tanpa harus menghadapi trauma atau konsekuensi nyata, menjadikannya ruang aman dalam mengeksplorasi perasaan yang kompleks.
Merangkum verywellmind.com, berikut beberapa alasan seseorang merasa sedih ketika membaca dan menonton dilm yang mengharukan.
1. Keterkaitan emosi dengan kehidupan nyata
Saat kita menikmati cerita fiksi, kita cenderung merasakan emosi. Meski kita sadar bahwa cerita tersebut tidak nyata, reaksi emosional kita tetap muncul secara otomatis. Hal ini terjadi karena ketika kita terhubung dengan sebuah cerita terutama jika kita merasa terlibat atau terhanyut dalam alur ceritanya emosi yang terkandung di dalamnya akan bergema dengan cara yang membuat kita merasa cerita itu seakan nyata.
Menariknya, sebuah studi menunjukkan bahwa perasaan akan realisme ini bisa menerangkan mengapa kita menikmati film-film sedih. Penelitian tersebut menemukan bahwa setelah menonton film tragis Angel Baby (1995), peserta yang merasakan kesedihan lebih dalam menilai film tersebut lebih realistis dan menjadi lebih terlibat dalam cerita.
2. Mengalami kesedihan tanpa rasa cemas
Apabila kita merasa terhubung dengan cerita sedih karena realisme, alasan lain mengapa kita menikmatinya adalah sebab kita bisa merasakan kesedihan tanpa kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa respons emosional terhadap cerita sedih mirip dengan saat kita mengingat tragedi pribadi.
Sayangnya, ada perbedaan besar, di mana kita merasakan kecemasan lebih besar saat mengingat tragedi nyata dibandingkan saat menonton cerita fiksi yang sedih. Hal ini mungkin menjadi penjelasan mengapa kita bisa menikmati cerita tragis.
Ketika tragedi terjadi dalam kehidupan nyata, kita merasakan kecemasan karena dampaknya akan terus berlanjut. Sebaliknya, emosi yang kita rasakan dalam cerita fiksi tidak membawa konsekuensi jangka panjang sesudah kita selesai mengalaminya.
3. Cerita sedih bisa membuatmu merasa bersyukur
Salah satu alasan mengapa kita menikmati cerita sedih, yakni sebab mereka membuat kita merasa lebih bersyukur, meskipun tidak selalu dengan cara yang kita bayangkan. Dalam sebuah penelitian, peserta yang merasakan kesedihan lebih dalam saat menonton film Atonement (2007) melaporkan bahwa mereka merasa lebih bahagia dalam hidup.
Sayangnya, hanya jika mereka merenungkan hubungan dekat mereka selama menonton film tersebut. Peneliti juga mengeksplorasi apakah membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan karakter tragis dalam film bisa meningkatkan kebahagiaan.
Mereka menemukan bahwa pemikiran yang bersifat egois justru tidak berpengaruh pada suasana hati penonton. Sebaliknya, peserta yang merasakan kesedihan terbesar cenderung lebih banyak merenungkan hubungan mereka yang dekat sebagai respons terhadap film tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
