Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 18.51 WIB

Intip 10 Penyesalan Hidup yang Kerap Dialami Orang Sebelum Meninggal Menurut Psikologi, Apa Saja?

Penyesalan sebelum meninggal menurut Psikologi. - Image

Penyesalan sebelum meninggal menurut Psikologi.

JawaPos.com – Psikologi mengungkapkan bahwa banyak orang mengalami penyesalan mendalam ketika menghadapi akhir hidup mereka alias meninggal, dan sebagian besar berhubungan dengan hal-hal yang sebenarnya dapat dihindari.

Kesadaran ini sering kali muncul terlambat, membawa refleksi yang mungkin menyakitkan namun penuh makna.

Dengan memahami penyesalan ini, kita bisa lebih bijaksana dalam menjalani hidup, berfokus pada hal-hal yang benar-benar berarti, dan menghindari penyesalan yang serupa di kemudian hari.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (12/12), diterangkan bahwa terdapat sepuluh penyesalan hidup yang acap kali dialami oleh orang sebelum mereka meninggal menurut Psikologi.

1. Menjadi orang lain

Salah satu hal yang paling memilukan saat menjelang akhir hayat adalah kesadaran bahwa kita telah hidup sesuai ekspektasi orang lain, bukan diri sendiri. Menurut kajian ilmu jiwa, banyak orang yang di ujung kehidupannya mengungkapkan sesal karena tidak memiliki keberanian untuk menjalani hidup sesuai keinginan hati.

Para ahli jiwa mengamati bahwa ketakutan akan penilaian orang lain sering menjadi penghalang utama seseorang untuk tampil apa adanya. Keputusan-keputusan penting dalam hidup kerap diambil berdasarkan apa yang dianggap akan memukau orang lain, bukan atas dasar nilai-nilai pribadi yang diyakini.

2. Hilangnya ikatan sosial

Meski kita makhluk sosial yang mendambakan koneksi dan hubungan, ironis bahwa dalam kesibukan hidup, ikatan dengan orang-orang terdekat justru terabaikan. Dalam hiruk pikuk rutinitas, kita terlalu fokus mengejar pencapaian hingga lupa merawat hubungan yang bermakna. Ketika sadar waktu tak bisa diputar mundur, penyesalan itu datang menghantui.

3. Ego tinggi

Terlalu sering manusia membiarkan egonya mendikte setiap langkah dan keputusan dalam hidup.

Banyak yang terlambat menyadari bahwa keangkuhan dan sikap mementingkan diri sendiri justru menghalangi pertumbuhan dan kebahagiaan sejati. Hanya di penghujung hidup mereka paham betapa berharganya hidup dengan kerendahan hati.

4. Dininabobokan zona nyaman

Resistensi terhadap perubahan kerap membuat kita terpaku pada zona nyaman, menolak kesempatan baru yang datang.

Ini menjadi penyesalan umum karena ketakutan pada hal baru justru menutup pintu-pintu kesempatan yang mungkin bisa mengubah hidup menjadi lebih baik. Ketidakberanian mengambil risiko akhirnya hanya menyisakan tanda tanya “bagaimana jika...”.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore