Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 November 2024 | 01.36 WIB

Saat Patah Hati, Ternyata Otak dan Tubuh Juga 'Tersakiti', Ini Fakta Mengejutkan yang Harus Kamu Tahu!

Ilustrasi seseorang yang sedang patah hati. (pexels/Photo by Min An) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang patah hati. (pexels/Photo by Min An)

JawaPos.com - Patah hati sering kali dianggap sebagai masalah emosional semata, tapi tahukah kamu bahwa proses ini juga memengaruhi otak dan tubuh? Perasaan kehilangan yang kamu alami saat putus cinta tidak hanya membuat hati terasa hancur, tetapi juga bisa menimbulkan dampak fisik yang cukup mengejutkan. Apa yang terjadi pada otak dan tubuh saat patah hati bisa sangat mempengaruhi kesejahteraanmu secara keseluruhan.


Perasaan penolakan, kesedihan, dan kecewa bisa mengubah cara tubuh dan pikiranmu berfungsi. Tapi, apa yang terjadi di balik perasaan itu? Kenapa rasa sakit emosional bisa terasa begitu nyata? Dilansir dari verywellmind.com pada Kamis (28/11), inilah penjelasan tentang bagaimana perpisahan bukan hanya berdampak pada hati, tetapi juga pada otak dan tubuhmu.

 
 
Dampak Emosional dari Patah Hati
Patah hati sering kali diawali dengan perasaan kecewa dan merasa gagal. Kamu mungkin mulai berpikir, "Jika aku lebih baik, hubungan ini mungkin tidak akan berakhir." Perasaan seperti ini bisa sangat mengganggu dan membuatmu merasa kehilangan bagian dari dirimu. Seolah-olah kamu harus mulai mengumpulkan potongan-potongan dari dirimu yang hilang setelah berakhirnya hubungan.

Emily Mashburn, seorang terapis spesialis trauma hubungan, menjelaskan bahwa patah hati mempengaruhi kita secara emosional, psikologis, dan fisik. Secara emosional, kamu mungkin merasakan penolakan, kesedihan, dan rasa sakit. Walaupun ini adalah hal yang wajar, proses menghadapinya bisa sangat berat, terutama jika kamu masih harus menjalani rutinitas harian.

Patah hati bukan hanya soal melupakan seseorang, tapi juga tentang menerima kenyataan bahwa hidupmu telah berubah. Ini bisa menjadi pengalaman yang sangat membingungkan dan penuh konflik batin, namun penting untuk memberi waktu bagi dirimu sendiri untuk memproses perasaan tersebut.
 
Baca Juga: Genre Musik dapat Mengidentifikasi Karakteristik Seseorang, Mulai dari Pekerja Keras hingga yang Mudah Merasakan Patah Hati

Dampak Neurologis dari Patah Hati
Patah hati lebih dari sekadar perasaan. Ternyata, otak dan tubuhmu bekerja lebih keras untuk meresponsnya. Dr. Sabrina Romanoff, seorang psikolog klinis, menjelaskan bahwa patah hati adalah jenis kehilangan yang bisa berdampak pada otak dan tubuh, mirip dengan kehilangan seseorang yang kita cintai. Secara evolusi, manusia memang dirancang untuk membentuk ikatan emosional yang kuat, yang berfungsi untuk bertahan hidup.

Ketika hubungan yang sangat dekat berakhir, sistem saraf kita menjadi terhambat. Kamu bisa merasakan perasaan ditinggalkan atau bahkan kesepian yang sangat intens. Dalam konteks sejarah manusia, perasaan-perasaan ini dulu berhubungan langsung dengan ancaman kelangsungan hidup, sehingga reaksinya bisa sangat mendalam.

Proses berduka akibat patah hati seringkali jauh lebih kompleks dari yang kita kira. Kamu tidak hanya kehilangan pasangan, tapi juga masa depan yang pernah kamu bayangkan bersama mereka. Menemukan cara untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru tanpa pasangan bisa sangat menantang dan memerlukan waktu yang cukup panjang.
 
Baca Juga: 4 Zodiak yang Paling Sering Bikin Virgo Patah Hati, Gemini Jadi Salah Satunya!

Manifestasi Fisik dari Patah Hati
Ternyata, patah hati tidak hanya memengaruhi perasaan, tapi juga tubuh. Emily Mashburn mengatakan bahwa perasaan emosional akibat putus cinta sering kali disertai dengan gejala fisik. Kamu mungkin merasa cemas, mengalami gangguan tidur dan makan, bahkan sakit perut atau kelelahan yang tak tertahankan. Gejala fisik ini sering datang bersamaan dengan rasa sakit emosional, membuat proses patah hati terasa lebih melelahkan.

Dr. Romanoff juga menambahkan bahwa perasaan berduka sering kali dirasakan secara fisik. Kamu bisa merasa gelisah, tidak bisa tenang, atau bahkan tertekan hingga membuat tubuhmu terasa sangat lelah. Sebaliknya, beberapa orang justru merasa lemas dan kehilangan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Gejala fisik ini bisa memengaruhi penampilanmu. Kamu mungkin mengalami penurunan berat badan atau malah peningkatan berat badan yang drastis, kerontokan rambut, dan perubahan hormon yang membuat suasana hatimu semakin tak stabil. Selain itu, produksi dopamin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan, juga bisa menurun, memperburuk perasaanmu yang tertekan.

Konsekuensi Kesehatan Mental
Menyembuhkan patah hati lebih rumit daripada yang kita bayangkan. Dr. Romanoff menjelaskan bahwa patah hati melibatkan banyak lapisan kehilangan yang harus diproses. Kamu tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga kehilangan masa depan yang pernah kamu rencanakan bersama mereka.

Selain itu, perpisahan memaksa kamu untuk menghadapi kehidupan sebagai orang yang "single" lagi. Ini sering kali mengungkit kembali masalah pribadi yang sebelumnya kamu hindari, seperti masalah pekerjaan, hubungan dengan teman, atau keluarga. Hal ini menambah beban mental yang sudah ada.

Selama berduka, kamu mungkin akan melalui berbagai tahap, mulai dari penyangkalan, kemarahan, depresi, hingga penerimaan. Kamu juga cenderung memikirkan kembali hubungan itu, baik kenangan buruk maupun baiknya, yang membuatmu merasa terjebak. Pikiran-pikiran ini bisa menghalangi proses pemulihan dan membuatmu merasa sulit untuk move on.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore