Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 15.35 WIB

Kamu Wajib Tahu! Ini 8 Ciri Generasi Stroberi yang Memiliki Kreativitas tetapi Tampak Rapuh

Ilustrasi generasi stroberi. (Freepik) - Image

Ilustrasi generasi stroberi. (Freepik)

JawaPos.com - Generasi stroberi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok orang yang punya ide dan kreativitas yang tinggi, tetapi cenderung mudah menyerah saat menghadapi tekanan hidup. Hal ini mirip dengan buah stroberi yang terlihat segar di luar, tetapi memiliki daging yang lembut dan mudah hancur.

Istilah ini pertama kali muncul di Taiwan sekitar tahun 2007 dan merujuk pada generasi yang lahir pada tahun 1990-an dan seterusnya. Beberapa faktor yang berkontribusi pada kemunculan generasi stroberi antara lain seperti diagnosis diri yang terlalu cepat tanpa konsultasi dengan ahli yang sering dipengaruhi oleh informasi di media sosial.

Selain itu, juga disesuaikan dengan kondisi emosional mereka, pola asuh yang terlalu memanjakan anak, serta kecenderungan dalam menghindari masalah ketimbang menghadapinya secara langsung. Mengutip mcaresforkids.com, berikut ini beberapa ciri yang menunjukkan generasi stroberi.

1. Mudah tersinggung dan emosional

Generasi Stroberi umumnya mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar mereka. Mereka sering merespon berbagai situasi dengan cara yang sangat pribadi, sehingga hampir setiap hal yang terjadi dapat langsung memicu perasaan marah atau tersinggung.

Ketika menghadapi kritik yang bertujuan membangun, mereka kadang merasa terancam atau diserang. Hal ini diakibatkan oleh kecenderungan mereka untuk merasa sangat peka terhadap cara orang lain menilai mereka, maka mereka kesulitan dalam menerima masukan tanpa merasa dipermalukan atau dihina.

2. Kurang punya ketahanan dan mudah menyerah

Generasi Stroberi biasanya menunjukkan ketahanan yang rendah dalam menghadapi kesulitan dan cenderung mudah menyerah saat menghadapi hambatan. Mereka umumnya punya tingkat toleransi yang sangat rendah terhadap situasi yang tidak nyaman, sehingga begitu merasa tertekan, mereka cenderung memilih mundur atau menyerah.

Ketika dihadapkan pada tantangan atau kemunduran, mereka sering kesulitan menghadapinya dengan cara yang tepat dan mungkin merasa cemas. Hal ini menunjukkan bahwa mereka kurang terlatih untuk bertahan dalam menghadapi tekanan, dan lebih memilih menghindari kesulitan dibanding berupaya mengatasi masalah tersebut.

3. Memiliki toleransi yang rendah

Generasi Stroberi cenderung menghindari ketidaknyamanan dan lebih memilih kenyamanan serta kepuasan instan. Mereka merasa tidak sabar dan enggan menghadapi situasi yang butuh usaha jangka panjang, serta lebih fokus pada solusi cepat tanpa mempertimbangkan proses yang harus dilalui guna mencapai tujuan.

4. Membutuhkan validasi

Generasi Stroberi sering mencari pengakuan dan penguatan dari orang lain agar merasa dihargai serta diterima. Mereka sangat bergantung pada umpan balik eksternal sebagai cara untuk menilai nilai diri mereka, maka saat mereka tidak menerima validasi atau penegasan dari orang di sekitar mereka, mereka bisa merasa tidak aman, tertekan, atau cemas.

Ketergantungan pada pendapat orang lain membuat mereka khawatir tentang pandangan orang terhadap diri mereka. Kurangnya dukungan atau pengakuan dapat merusak rasa percaya diri dan mengakibatkan kecemasan serta keraguan diri yang mempengaruhi kesejahteraan emosional mereka.

5. Memiliki kreativitas

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore