Ilustrasi orang tua yang tidak memiliki ikatan dekat dengan anaknya yang sudah dewasa (freepik/bearfotos)
JawaPos.com - Mandiri secara emosional, sering kali berarti sebagai fase dimana seseorang bisa memutuskan hubungan mana dengan bijak.
Namun dalam keluarga, sebagai anak-anak kita akan terus bergantung pada keluarga untuk memberi dukungan praktis dan emosional yang memadai.
Tapi faktanya, tidak semua orang menerima dukungan tersebut. Kurangnya perhatian dapat menyebabkan keretakan antara orang tua dan anak-anak mereka.
Tidak mengherankan jika orang dewasa akan memutuskan kontak dengan orang tua yang memiliki sifat-sifat ini. Dilansir JawaPos.com dari laman YourTango, Selasa (13/11), berikut sepuluh ciri orang tua yang tidak memiliki ikatan dekat dengan anak-anaknya yang sudah dewasa, biasanya tanpa mereka sadari.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini 6 Tanda Jika Anak Mengalami Bullying di Lingkungan Pertemanannya
1. Mereka meremehkan
Bila orang tua tidak memperhatikan kebutuhan anak-anaknya atau lalai menunjukkan minat pada kehidupan anak-anaknya, biasanya itu berarti mereka tidak memiliki ikatan yang erat. Sikap meremehkan merupakan tanda pola asuh yang tidak peduli.
Kemungkinan besar tipe orang tua ini sangat tidak ikut campur saat membesarkan anak-anaknya. Mereka jarang menetapkan aturan atau menuntut anak-anaknya, seperti memaksa mereka mengerjakan pekerjaan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah.
Anak-anak yang orang tuanya tidak peduli sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak ingin banyak berhubungan dengan keluarga asal mereka. Mereka tidak pulang untuk liburan karena mereka tidak pernah memiliki ikatan yang erat sejak awal.
Mereka tidak mau membagikan cerita pribadi apa pun dengan orang tua mereka karena mereka tahu hal itu akan diabaikan begitu saja. Sekalipun orang tua tidak sadar bahwa mereka mengabaikannya, hal itu tetap dapat menyebabkan kerusakan emosional yang parah pada anak-anak mereka.
2. Mereka egois
Sifat lain yang ditunjukkan orang tua saat mereka tidak dekat dengan anak dewasanya adalah keegoisan. Ketika anak mereka menelepon untuk menanyakan keadaan, mereka membicarakan masalah mereka, tanpa menanyakan kabar anak mereka.
Pembuangan emosi seperti ini menguras energi dan kapasitas empati orang, sehingga anak-anak mereka lebih jarang menelepon demi menjaga kedamaian mereka sendiri. Orang tua yang egois menganggap hidup mereka lebih penting daripada hidup orang lain, termasuk anak-anak mereka, ini membuat anak mereka memutuskan untuk tidak lagi berhubungan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
