Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 15.02 WIB

Mengenal Hanakotoba: Cara Orang Jepang Sampaikan Segala Maksud di Hati Melalui Bunga nan Kaya Makna

Hanakotoba atau bahasa bunga adalah salah satu cara dari orang Jepang untuk menyampaikan isi hati. (sumber: Pixabay) - Image

Hanakotoba atau bahasa bunga adalah salah satu cara dari orang Jepang untuk menyampaikan isi hati. (sumber: Pixabay)

JawaPos.com - Bunga memiliki makna yang berbeda-beda di setiap budaya. Anda dapat mengekspresikan emosi serta perasaan kepada orang lain melalui media bebungaan.

Dalam budaya Jepang, berbagai bahasa bunga ini disebut hanakotoba. Namun, ini tidak berarti semua orang memahami bahasa bunga.

Penasaran dengan cara orang Jepang dalam mengekspresikan maksud serta perasaan mereka melalui media bebungaan yang cantik? Yuk, simak artikel berikut membahas hanakotoba.

Hanakotoba, Setiap Bunga Memiliki Makna yang Lebih Berdampak daripada Kata-kata

Sudah menjadi fakta umum bahwa bahasa terdiri dari kata-kata dan gerakan yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan dari kita. Setiap budaya memiliki bahasanya sendiri, dan sering kali, ada tumpang tindih antarbahasa yang membuat komunikasi menjadi sedikit lebih mudah.

Pada waktu lain, orang-orang mengandalkan terjemahan untuk menjembatani banyak kesenjangan yang tidak langsung bisa mereka pahami. Namun, yang terkadang orang-orang anggap remeh adalah bahwa ada bahasa yang melampaui kata-kata dan gerakan sederhana di seluruh dunia.

Satu bahasa khususnya adalah Hanakotoba yang menjadi cara orang Jepang untuk mengomunikasikan atau mengekspresikan emosi serta maksud mereka melalui media bunga. Setiap warna atau jenis bunga memiliki makna dan perasaannya masing-masing, yang seringkali lebih berdampak daripada sekadar kata-kata.

Hal ini karena dalam budaya Jepang, memberikan bunga kepada orang lain bukanlah hal yang mudah; makna yang mendasari bunga menentukan pesan yang ingin disampaikan dan memungkinkan penyampaian perasaan dan emosi tanpa kata-kata.

Orang Jepang sangat mencintai dan menghormati alam, bahkan mereka telah memberikan makna pada bunga jauh sebelum orang Inggris melakukannya. Kehidupan orang Jepang sangat berpusat pada 4 musim dan bunga bertindak seperti cermin dengan mana bunga memantulkan perjalanan waktu.

Bunga sangat umum di Jepang, bunga dijalin melalui budaya dalam bentuk seni, pakaian, sebagai bagian dari upacara keagamaan, dan bahkan dipajang dalam dokumen hukum. Bunga keagamaan yang paling istimewa di Tiongkok dan Jepang adalah teratai yang melambangkan Buddha dan kebajikannya akan kebenaran dan keabadian. Bunga sakura dan krisan juga sangat penting dalam budaya Jepang.

Meskipun bunga telah memiliki tempat simbolis dalam mitologi, agama, dan budaya selama hampir sama lamanya dengan keberadaan mitologi, agama, dan budaya manusia, tradisi hanakotoba nyatanya belum setua mitos di negeri Jepang sendiri.

Faktanya, tradisi hanakotoba ini diperkirakan dimulai di Jepang selama Periode Meiji, antara tahun 1868 dan 1912. Ini hanya beberapa dekade setelah masa ketika Bahasa Bunga benar-benar menguasai dunia Barat selama era Victoria.

Hadir di Berbagai Budaya Jepang: Ikebana, Kimono, sampai Anime dan Manga

Karena pada hakikatnya merupakan suatu bentuk komunikasi dan makna bunga sebenarnya dapat ditafsirkan atau diterjemahkan di mana saja bunga digunakan secara sengaja, seperti menemukan makna simbolis bunga yang terdapat dalam literatur.

Betapa cintanya orang-orang Jepang dengan bentuk komunikasi tidak langsung yang mengutamakan keindahan bahasa kiasan yang sarat dengan simbol, budaya hanakotoba pun ikut merasuk ke dalam berbagai budaya lain di Negeri Sakura tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore