Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 04.32 WIB

6 Alasan Orang Memiliki Sikap Menghakimi yang Bisa Merusak Mental Orang Lain, Salah Satunya karena Trauma Masa Kecil

Ilustrasi seorang bos menghakimi karyawan (Freepik)

JawaPos.com - Walaupun sulit diakui, kita semua pernah menghakimi orang lain. Menghakimi adalah sifat manusia yang sulit dihindari, meski kita berusaha untuk tidak melakukannya. Contohnya, saat melihat seseorang berpakaian atau berperilaku berbeda, kita seringkali langsung membentuk opini tanpa memahami latar belakang mereka.

Ini menunjukkan betapa mendalamnya naluri untuk menilai orang lain, bahkan jika kita ingin lebih terbuka dan toleran. Dilansir dari mindvoyage.in, berikut ini beberapa alasan orang memiliki sikap judgemental menurut psikologi yang dapat merusak kesehatan mental orang lain.

1. Menilai orang lain adalah hal yang wajar

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penilaian merupakan naluri alami dari otak manusia. Sebagai makhluk hidup, naluri dasar kita adalah bertahan hidup dan berkembang, sehingga kita secara otomatis menghakimi orang-orang di sekitar dalam menentukan apakah mereka aman untuk didekati.

Sebuah studi dari Universitas New York mengungkapkan bahwa otak kita mulai memberi label pada orang sebagai dapat dipercaya atau tidak, bahkan tanpa sadar kadang kita menganalisis wajah mereka. Hal ini menekankan bahwa penilaian adalah bagian dari naluri kita.

2. Pengalaman masa kecil

Menghakimi orang lain merupakan kebiasaan yang dipelajari sejak kecil. Jika seseorang dibesarkan dalam keluarga di mana orang tua atau saudara kandungnya saling menghakimi, mereka mungkin tumbuh dengan anggapan, bahwa perilaku tersebut adalah hal yang normal.

Selain itu, apabila mereka belajar di sekolah di mana guru-gurunya sering memberikan kritik, mereka bisa jadi akan meniru perilaku itu. Menghakimi orang lain juga bisa menjadi reaksi terhadap trauma yang dialami di masa kanak-kanak.

3. Membuatnya merasa lebih baik

Bagi sebagian orang, mengkritik orang lain memberikan rasa superioritas yang dapat meningkatkan ego mereka. Penghakiman ini bisa berhubungan dengan berbagai aspek, seperti penampilan, status keuangan, atau kedudukan sosial.

Di balik perilaku ini, terdapat tanda-tanda harga diri yang rendah dan kurangnya kepercayaan diri. Ketika seseorang tidak puas dengan dirinya, mereka mungkin merendahkan orang lain sebagai cara untuk merasa lebih baik.

4. Punya cara dalam menilai orang lain

Setiap orang punya cara pandang unik yang dipakai untuk menilai orang lain. Banyak dari kita memiliki kriteria pribadi mengenai apa yang dianggap benar atau salah, serta baik atau buruk. Ketika seseorang menilai orang lain berdasarkan kriteria ini, mereka sering terjerumus dalam sikap menghakimi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore