Ilustrasi seorang bos menghakimi karyawan (Freepik)
JawaPos.com - Walaupun sulit diakui, kita semua pernah menghakimi orang lain. Menghakimi adalah sifat manusia yang sulit dihindari, meski kita berusaha untuk tidak melakukannya. Contohnya, saat melihat seseorang berpakaian atau berperilaku berbeda, kita seringkali langsung membentuk opini tanpa memahami latar belakang mereka.
Ini menunjukkan betapa mendalamnya naluri untuk menilai orang lain, bahkan jika kita ingin lebih terbuka dan toleran. Dilansir dari mindvoyage.in, berikut ini beberapa alasan orang memiliki sikap judgemental menurut psikologi yang dapat merusak kesehatan mental orang lain.
1. Menilai orang lain adalah hal yang wajar
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penilaian merupakan naluri alami dari otak manusia. Sebagai makhluk hidup, naluri dasar kita adalah bertahan hidup dan berkembang, sehingga kita secara otomatis menghakimi orang-orang di sekitar dalam menentukan apakah mereka aman untuk didekati.
Sebuah studi dari Universitas New York mengungkapkan bahwa otak kita mulai memberi label pada orang sebagai dapat dipercaya atau tidak, bahkan tanpa sadar kadang kita menganalisis wajah mereka. Hal ini menekankan bahwa penilaian adalah bagian dari naluri kita.
2. Pengalaman masa kecil
Menghakimi orang lain merupakan kebiasaan yang dipelajari sejak kecil. Jika seseorang dibesarkan dalam keluarga di mana orang tua atau saudara kandungnya saling menghakimi, mereka mungkin tumbuh dengan anggapan, bahwa perilaku tersebut adalah hal yang normal.
Selain itu, apabila mereka belajar di sekolah di mana guru-gurunya sering memberikan kritik, mereka bisa jadi akan meniru perilaku itu. Menghakimi orang lain juga bisa menjadi reaksi terhadap trauma yang dialami di masa kanak-kanak.
3. Membuatnya merasa lebih baik
Bagi sebagian orang, mengkritik orang lain memberikan rasa superioritas yang dapat meningkatkan ego mereka. Penghakiman ini bisa berhubungan dengan berbagai aspek, seperti penampilan, status keuangan, atau kedudukan sosial.
Di balik perilaku ini, terdapat tanda-tanda harga diri yang rendah dan kurangnya kepercayaan diri. Ketika seseorang tidak puas dengan dirinya, mereka mungkin merendahkan orang lain sebagai cara untuk merasa lebih baik.
4. Punya cara dalam menilai orang lain
Setiap orang punya cara pandang unik yang dipakai untuk menilai orang lain. Banyak dari kita memiliki kriteria pribadi mengenai apa yang dianggap benar atau salah, serta baik atau buruk. Ketika seseorang menilai orang lain berdasarkan kriteria ini, mereka sering terjerumus dalam sikap menghakimi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
