Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2024 | 06.35 WIB

Tak Butuh Validasi! 8 Alasan Pasangan yang Bahagia Jarang Membagikan Hubungannya di Media Sosial

Ilustrasi menari bersama pasangan (Freepik) - Image

Ilustrasi menari bersama pasangan (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa ada kejanggalan antara citra sempurna pasangan di media sosial dengan kenyataan hubungan mereka?

Adakalnya di balik senyum lebar dan kata-kata manis di postingan, tersimpan konflik dan ketidakbahagiaan yang jauh dari kesan yang mereka tampilkan.

Padahal, pasangan yang benar-benar bahagia cenderung lebih menikmati momen bersama dibanding memamerkannya di dunia maya.

Mengutip inc.com, berikut ini beberapa alasan pasangan yang bahagia jarang mengunggah hubungan mereka di media sosial, salah satunya tak butuh validasi.

1. Mereka meyakinkan orang lain untuk mempercayai hubungan mereka

Ketika dua orang terus-menerus mengunggah lelucon, menyatakan cinta, atau membagikan foto kebersamaan yang menyenangkan, itu bisa menjadi taktik guna menunjukkan bahwa hubungan mereka bahagia dan sehat, meskipun sebenarnya hanya untuk meyakinkan diri sendiri.

Seksolog Nikki Goldstein menjelaskan bahwa orang yang paling aktif memposting sering mencari validasi dari orang lain di media sosial.

Suka dan komentar dapat memberikan penguatan, dan saat seseorang menghadapi kesulitan, mereka lebih mengandalkan reaksi orang lain daripada pada hubungan itu sendiri.

2. Orang yang sering memposting cenderung punya sifat psikopat dan narsis

Sebuah survei terhadap 800 pria berusia 18 hingga 40 tahun menunjukkan bahwa narsisme dan psikopati memprediksi jumlah swafoto yang diunggah, sedangkan narsisme dan objektifikasi diri berhubungan dengan penyuntingan foto yang diposting di media sosial.

Studi lain juga menemukan bahwa aktivitas seperti memposting, menandai, dan berkomentar di Facebook sering kali terkait dengan narsisme, baik pada pria maupun wanita.

Singkatnya, semakin sering kamu berinteraksi di media sosial, semakin besar kemungkinanmu menunjukkan sifat narsis atau dalam kasus yang lebih ekstrem, psikopat.

Menurut profesor Brad Bushman dari Ohio State University, Orang narsis adalah pasangan yang sangat buruk.

3. Fokus pada momen

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore