Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 04.58 WIB

Orang yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya saat Tumbuh Dewasa, Biasanya Akan Menunjukkan 8 Perilaku Ini di Kemudian Hari

Orang yang sering diremehkan oleh orang tua saat tumbuh dewasa biasanya akan menunjukkan 8 perilaku ini di kemudian hari./Freepik. - Image

Orang yang sering diremehkan oleh orang tua saat tumbuh dewasa biasanya akan menunjukkan 8 perilaku ini di kemudian hari./Freepik.

JawaPos.com - Diremehkan oleh orang tua semasa kanak-kanak dapat meninggalkan luka emosional yang dalam, yang sering kali membentuk perilaku hingga dewasa.

Memahami efek jangka panjang dari pengalaman seperti itu tidaklah mudah, dan, meskipun begitu, mereka yang telah melalui masa kecil yang keras ini sering menunjukkan 8 perilaku spesifik ini saat dewasa.

Dampak jangka panjang dari kritik semacam itu dapat terwujud dalam berbagai cara, memengaruhi harga diri, hubungan, dan cara seseorang menjalani hidup.

Mari kita lihat apa saja 8 perilaku spesifik yang sering ditunjukkan oleh orang yang selalu diremehkan oleh orang tua saat tumbuh dewasa.

1. Berpikir berlebihan

Pikiran berkelebat dalam benak Anda, berpacu dengan kecepatan sejuta mil per jam, dan mencoba memperlambatnya terasa seperti menaiki kereta peluru.

Begitulah kehidupan orang yang suka berpikir berlebihan!

Bagi mereka yang diremehkan semasa kecil oleh orang tua, ini adalah pengalaman yang sangat lazim.

Mereka terus-menerus meragukan diri mereka sendiri, mengkritik tindakan mereka sendiri dan tindakan orang lain, serta terjebak dalam lingkaran 'bagaimana jika' dan 'andai saja' yang tak berujung.

Anda lihat, ketika Anda terus-menerus direndahkan, Anda mulai mempertanyakan harga diri Anda. Anda mulai meragukan keputusan Anda. Anda mulai percaya bahwa mungkin, ya mungkin saja, Anda tidak cukup baik.

2. Perfeksionisme

Setiap kesalahan kecil dikritik oleh orang tua, rasanya semua yang kita lakukan tidak pernah cukup baik. Jadi, orang-orang ini biasanya akan mulai berusaha mencapai kesempurnaan.

Untuk menghindari kritikan dan hinaan, mereka seringkali pikir kalau mereka bisa melakukan semuanya dengan sempurna, mungkin mereka akhirnya akan mendapat pujian. Mungkin saat itu, mereka berpikir bahwa mereka cukup baik.

Namun, kesempurnaan adalah majikan yang kejam, standar yang tidak dapat dicapai dan selamanya tidak mungkin tercapai, dan itulah perangkap yang sering menjerumuskan banyak orang yang sering diremehkan semasa kecil.

Kita menjadi perfeksionis karena kita mencoba membuktikan harga diri kita, kepada diri sendiri dan orang lain.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore