Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 12.30 WIB

5 Kebohongan Toxic yang Disampaikan Masyarakat kepada Perempuan Tentang Bagaimana Harus Hidup, Apa Saja?

Ilustrasi perempuan yang cantik, namun diam-diam bikin ilfil.(Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang cantik, namun diam-diam bikin ilfil.(Freepik)

JawaPos.com – Kita mungkin sering mendengar bahwa ada standar masyarakat yang harus dijunjung tinggi untuk seorang perempuan. Standar ini mampu membentuk pola pikir perempuan untuk memenuhi nilai yang diyakini masyarakat terhadap mereka.

Masyarakat seringkali memberi tahu para perempuan bagaimana mereka harus hidup, dengan menetapkan aturan yang tidak realistis. Seperti berkarir hingga penampilan, harapan-harapan ini tidak adil dan dapat menyebabkan stres bagi perempuan.

Perempuan diberikan pengertian bahwa mereka harus menangani semuanya dengan sempurna, tetapi itu hanyalah sebuah kebohongan toxic. Kebohongan ini mampu mengakar hingga menjadi pola pikir turun temurun.

Dilansir dari Times of India, inilah lima kebohongan umum yang disampaikan masyarakat kepada perempuan tentang bagaimana mereka seharusnya hidup, sehingga menciptakan tekanan yang tidak perlu.

1. Nilai Anda tergantung pada penampilan

Seringkali tersirat bahwa penampilan fisik perempuan merupakan hal yang menentukan nilai diri mereka. Namun pada kenyataannya, hal itu sama sekali tidak benar karena itu hanyalah standar yang dibuat oleh masyarakat.

Kepercayaan ini dapat membuat perempuan merasa sangat tidak aman dan sangat tertekan untuk menyesuaikan diri dengan apa yang disebut standar kecantikan. Penting untuk fokus pada keterampilan Anda dan apa yang membuat Anda spesial, bukan hanya penampilan.

Dengan menjadi diri sendiri, Anda akan dapat menangkal dorongan untuk mengikuti standar kecantikan yang dipercaya oleh masyarakat.

2. Anda tidak bisa berkeluarga dan berkarir di saat bersamaan

Banyak orang percaya bahwa perempuan harus memilih antara karir dan mengurus keluarga. Namun, ini adalah hal yang tidak benar, karena setiap perempuan memiliki hak masing-masing untuk memilih jalan hidup mereka tanpa harus meninggalkan kewajiban dalam berkeluarga.

Di zaman modern ini banyak perempuan sukses yang mampu mengelola keduanya. Mereka menemukan strategi yang tepat untuk menyeimbangkan karir dengan tanggung jawab keluarga.

Hal ini bisa berupa jam kerja yang fleksibel dengan atasan, kesepakatan dengan pasangan yang mengharuskan Anda berbagi tanggung jawab bersama, atau dengan keluarga yang dapat membantu Anda mencapai yang terbaik dari kedua hal tersebut.

3. Menjadi ambisius itu tidak menarik

Beberapa orang berpikir bahwa jika seorang perempuan ambisius dan ingin meraih kesuksesan, masyarakat memandang itu tidaklah menarik. Namun, hal ini tidaklah benar, karena Anda berhak memiliki tujuan hidup untuk meraih kesuksesan seperti pria.

Menjadi ambisius merupakan hal yang baik karena menunjukkan bahwa Anda memiliki semangat dan kemampuan. Anda harus bangga dengan tujuan Anda dan jangan pernah merasa harus menyembunyikannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore