
Ilustrasi makanan yang harus dihindari saat traveling. (pixabay.com)
JawaPos.com–India adalah salah satu tujuan wisata kuliner terbaik di dunia, dengan berbagai macam kari, sup, rempah-rempah, makanan penutup manis, dan hidangan khas India yang lezat.
Ada beberapa aturan yang harus diikuti wisatawan agar terhindar dari Delhi Belly yang menakutkan. Dilansir laman timesofindia-indiatimes-com. Sebelum mencoba kuliner, ada baiknya wisatawan memperhatikan beberapa makanan yang dihindari untuk dikonsumsi demi kesehatan.
Daging dari pedagang kaki lima dan pasar sangat dilarang di India. Daging tersebut sangat rentan terhadap bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan keracunan makanan dan penyakit serius lainnya.
Namun, jangan khawatir, karena India adalah surga vegetarian, rumah bagi populasi vegetarian terbesar di dunia. Bahkan, negara bagian Maharashtra telah melarang daging sapi, karena alasan agama Hindu.
Berkat gaya hidup tanpa daging, orang India telah membawa masakan vegetarian ke tingkat yang baru dan luar biasa. Dengan berbagai macam hidangan vegetarian India yang lezat, Anda pasti akan terus menginginkannya.
Gol gappe, juga disebut pani-puri atau puchkas, adalah makanan jalanan yang sangat disukai di India. Mereka terbuat dari roti renyah goreng berukuran kecil yang berlubang di tengah dan diisi dengan berbagai bumbu dan air beraroma.
Meski terdengar mantap, masalah pencemaran air kembali muncul dalam gol gappe. Pasalnya, lagi-lagi tidak ada jaminan sumber air yang digunakan untuk membuat sebuah gol gappe.
Golas adalah permen es beraroma, dan menjadi salah satu suguhan populer selama musim panas tropis di India. Kudapan satu ini mirip dengan kerucut salju dan es serut.
Golas, yang biasanya dijual di pinggir jalan, secara kasat mata memang memberikan kelegaan dari panas. Namun, ada beberapa faktor yang membuatnya menjadi pilihan makanan yang tidak sehat.
Air yang digunakan untuk membuat golas es tidak dapat dipercaya, karena batang es mungkin disimpan di tempat yang tidak higienis. Tak hanya itu, ada pula pewarna makanan yang digunakan tidak menjamin standar keamanan pangan
Bukan hanya jus buah saja yang harus dihindari, tetapi buahnya juga. Sebagian besar buah kemungkinan tidak dicuci dan mengandung bakteri, sementara buah lainnya mengandung pestisida dan bahan kimia, seperti lilin pada apel yang digunakan untuk membuatnya mengilap.
Jika menyangkut buah dan sayuran mentah, aturannya adalah mengupas atau membiarkannya. Panas dari makanan yang baru dimasak seharusnya membunuh sebagian besar bakteri, jika tidak, Anda harus memilih buah yang bisa dikupas seperti pisang tetapi selalu pastikan kulitnya masih utuh sebelum membelinya.
Hindari buah seperti nanas atau mangga yang sudah dikupas, karena merupakan tempat berkembang biaknya bakteri.
Paan masala hadir dalam kemasan berwarna cerah dan biasanya dipasarkan sebagai penyegar mulut. Campuran pinang, tembakau, kapur mati, dan bahan penyedap lainnya ini dikenal membawa zat-zat yang mengandung karsinogen.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
