Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 September 2024 | 18.05 WIB

Tanda Perempuan Berpura-pura Baik dan Sangat Manipulatif, 8 Kebiasaan Ini Perlu Diwaspadai

Ilustrasi- Perempuan manipulatif yang berpura-pura baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Perempuan manipulatif yang berpura-pura baik. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam hubungan sosial, tidak semua orang yang tampak baik di permukaan benar-benar tulus. Beberapa perempuan dapat menggunakan sikap ramah dan perhatian sebagai topeng untuk menyembunyikan niat manipulatif.

Banyak perempuan menggunakan berbagai cara halus untuk mengendalikan orang lain dan mendapatkan apa yang diinginkan tanpa terlihat sebagai pelaku manipulasi.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda perempuan yang berpura-pura baik namun sebenarnya sangat manipulatif, agar tidak terjebak dalam permainan emosional yang mereka ciptakan.

Melansir Geediting, berikut ini adalah 8 kebiasaan perempuan yang berpura-pura baik namun manipulatif, yang perlu Anda waspadai.

1) Bersikap Terlalu Manis (The Sweetness Overload)

Perempuan manipulatif sering kali bersikap berlebihan dalam hal keramahan dan pujian. Niat di balik sikap ini adalah untuk membuat orang lain merasa berhutang budi, yang pada akhirnya diharapkan memberikan keuntungan bagi mereka di masa depan.

2) Perangkap Rasa Bersalah (The Guilt Trap)

Salah satu taktik utama yang sering digunakan adalah membuat orang lain merasa bersalah. Mereka mungkin menyalahkan orang lain secara halus atau menunjukkan bahwa mereka telah berkorban banyak, padahal semuanya dilakukan untuk kepentingan mereka sendiri.

3) Topeng Kebaikan (The Mask of Kindness)

Mereka berpura-pura peduli dan selalu siap membantu, tetapi di balik itu tersembunyi motif untuk memanfaatkan situasi. Mereka akan membuat Anda merasa nyaman sebelum akhirnya memperlihatkan niat manipulatif yang sebenarnya.

4) Menggunakan Diam sebagai Senjata (The Silent Treatment)

Jika keinginan mereka tidak terpenuhi, mereka akan memberi "hukuman" dengan tidak berbicara (silent treatment). Ini adalah cara halus untuk membuat orang lain merasa bersalah atau bertanya-tanya apa yang salah, dan akhirnya tunduk pada kehendak mereka.

5) Memainkan Peran Korban (The Victim Card)

Perempuan manipulatif sering menggambarkan diri mereka sebagai korban dalam situasi apapun. Mereka menggunakan peran korban ini untuk mendapatkan simpati, bahkan ketika mereka yang sebenarnya menciptakan masalah.

6) Kebutuhan Akan Validasi yang Tak Berhenti (The Constant Need for Validation)

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore