Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 September 2024 | 21.44 WIB

Kenali Dampak Overprotektif Terhadap Pasangan, Benarkah Tanda Sayang?

Dampak overprotektif dalam sebuah hubungan salah satunya membuat pasangan tidak nyaman (Pexels.com/BudgeronBach) - Image

Dampak overprotektif dalam sebuah hubungan salah satunya membuat pasangan tidak nyaman (Pexels.com/BudgeronBach)

JawaPos.com - Pada dasarnya, manusia memiliki sifat yang ingin melindungi antar sesama, sebagian mengartikan sebagai tanda sayang.

Sangat disayangkan, terkadang sikap ingin melindungi secara berlebihan ini malah meruntuhkan sebuah hubungan.

Sikap ini biasanya dikenal dengan istilah overprotektif. Overprotektif berasal dari bahasa Inggris yang berarti adalah terlalu melindungi.

Untuk sebuah hubungan, overprotektif ini mirip dengan posesif. Perlu diketahui, segala sesuatu yang berlebihan dapat menimbulkan hal tidak menyenakan pula bagi kedua belah pihak.

Barangkali, pasangan menjadi tidak nyaman, hilangnya rasa percaya diri dan pasangan serta bisa berakhirnya sebuah hubungan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja dampak overprotektif dalam sebuah hubungan, seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Pasangan tidak nyaman
Pondasi dari sebuah hubungan yang sehat adalah rasa nyaman dari pasangan, namun overprotektif mengikis rasa aman tersebut.

Salah dua dampak dari overprotektif adalah membuat pasangan merasa tidak nyaman dan tidak lagi memiliki rasa aman.

Sebab, pada dasarnya sikap ini cenderung mendominasi dalam sebuah hubungan. Hal ini memicu terjadinya konflik berkepanjangan antar kedua belah pihak.

Jadi, penting kiranya untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, transparansi, dan jujur bersama pasangan untuk mengindari hal-hal yang tidak diharapkan.

2. Merusak kemandirian
Kemandirian pasangan yang hilang menjadi dampak kedua dari overprotektif. Hal ini juga sejalan dengan sikap yang selalu mengawasi, mengambil pilihan hingga mengatur aspek-aspek kehidupan pasangannya.

Sehingga, hal itu dapat menyebabkan rusaknya kemandirian pasangan. Pasangan menjadi tidak percaya diri hingga tidak memiliki tujuan.

Sebab, selama ini mereka sudah dihadapkan dengan keputusan dan keharusan yang sudah diatur oleh orang lain atau pasangannya.

Perlu diakui bahwa, sesuatu hubungan dapat dikatakan baik saat di mana kedua belah pihak bisa berkembang bersama. Untuk itu, penting memiliki tanggung jawab dan percaya terhadap pasangan.

3. Hilangnya kepercayaan
Memiliki rasa percaya terhadap pasangan adalah kunci dalam sebuah hubungan. Bagaimana tidak, rasa percaya terhadap pasangan bisa membuat kita dapat beradaptasi dan membangun hubungan yang positif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore