JawaPos.com - Ada kalanya kita dihadapkan akan bencana yang potensial akan mengancam kita. Kita pun dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya terhindar dari marabahaya atau setidaknya bencana itu dapat berkurang.
Melansir dari NU Online, hukum melaksanakan sholat tolak bala atau sholat lidaf’il bala sunnah atau diperbolehkan. Sholat ini sebagai bagian dari ikhtiar manusia supaya bencana tidak terjadi atau setidaknya dapat diminimalisir.
Sholat sunnah tolak bala dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Sholat ini tidak terikat oleh waktu tertentu. Dengan demikian, dapat dilaksanakan kapan saja asal ada waktu dan kesempatan.
Adapun tata cara sholat sunnah tolak bala atau lidaf'il bala hampir sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Namun dimulai dengan membaca istighfar berikut ini:
اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا
Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti.
Setelah itu, kemudian melaksanakan sholat tolak bala dengan membaca niat sebagai berikut:
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: Aku berniat shalat sunah untuk menolak bala dua rakaat karena Allah ta’ala.
Setelah selesai membaca surat al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat al-Ikhlas sebanyak 5 kali, dan surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali.
Setelah selesai melaksanakan sholat lidaf’il bala atau tolak bala, sebaiknya membaca doa ini:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.