
Pikiran dan pekerjaan bisa membuat seseorang sulit tidur di malam hari. (Pixabay)
JawaPos.com - Mengalami asam lambung di malam hari membuat tidur menjadi tidak nyaman. Dilansir Sleep Foundation pada Selasa (23/7), hal itu terjadi karena produksi air liur berkurang dan tidak bisa membantu menetralkan asam lambung saat terlelap.
Kondisi menjadi semakin parah, apabila anda langsung tidur setelah makan atau mengkonsumsi sesuatu yang dapat memicu asam lambung.
Sebuah survei menunjukkan bahwa, nyeri di ulu hati saat malam hari menjadi penyebab gangguan tidur sebanyak 60 persen. Sementara, 30 persen orang mengaku hal tersebut mengganggu mereka di tidur siang hari.
Tidak hanya nyeri ulu hati yang membuat gejala asam lambung kambuh dan membuat sulit tidur, nyeri dada dan batuk juga termasuk dalam hal tersebut. Rendahnya kualitas tidur juga berkaitan erat dengan para penderita asam lambung.
Asam lambung juga bisa terjadi karena hubungannya dengan Sleep Apnea Obstruktif (OSA).
Menurut informasi dari Halodoc, OSA merupakan gangguan tidur yang disebabkan oleh adanya penyumbatan di saluran pernapasan.
Ada kemungkinan, asam lambung mengganggu saluran tersebut dan membuat anda terbangun lalu mengalami gastroesophageal reflux (GERD).
Hal pertama yang perlu dilakukan jika mengalami kesulitan tidur karena asam lambung adalah bertanya pada dokter. Dengan cara tersebut, anda akan mengetahui penyebabnya dan pengobatan apa yang harus dilakukan.
Mengubah posisi tidur juga perlu dilakukan untuk mengurangi penyebab terjadinya asam lambung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, posisi tidur miring ke kiri dan menghadap ke bawah merupakan cara terbaik bagi penderita penyakit tersebut.
Asam lambung akan semakin meningkat jika tidur dalam posisi telentang. Tidak hanya posisi tidur yang diubah, menaikkan bagian atas tempat tidur setinggi 15 sentimeter akan membantu mengurangi gejala hal tersebut.
Meminum obat seperti antasida memang dapat meredakan asam lambung sementara, namun tidak efektif bagi beberapa orang. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika ingin mengkonsumsi obat yang dijual bebas tersebut. Hal itu untuk menghindari efek samping yang terkandung.
Penderita asam lambung juga perlu untuk mengubah gaya hidupnya dengan mengurangi minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Selain itu, usahakan untuk menyelesaikan makan kurang lebih tiga jam sebelum tidur. Kebiasaan itu dapat memberikan waktu bagi perut dalam mencerna dan mengurangi asam lambung.
Pastikan anda mempunyai jam tidur yang sama dan rutinitas sebelum terlelap yang menenangkan. Mengubah suasana kamar tidur bisa juga menjadi pilihan agar hal tersebut bisa dilakukan dengan nyaman.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
