Ilustrasi makan makanan manis. (Freepik/wayhomestudio)
JawaPos.Com - Makanan manis seperti permen, kue, coklat, puding dan lain sebagainya, merupakan hidangan yang digemari oleh banyak orang di berbagai kalangan. Seringkali sebagian individu tidak bisa lepas dari makanan manis dalam kehidupannya.
Dalam dunia kuliner makanan manis adalah hal yang dianggap sebagai lambang kebahagian dan perayaan. Dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan korelasi antara makanan manis dan perilaku seseorang.
Setiap individu yang senang mengkonsumsi makanan manis bisa menggambarkan banyak hal tentang kepribadian mereka. Karena makanan yang dikonsumsi menjadi salah satu dari banyak faktor membentuk kepribadian seseorang.
Secara ilmiah, rasa manis dapat memicu pelepasan dopamin di otak, yang menciptakan perasaan bahagia dan puas. Sehingga itu alasan mengapa pecinta makanan manis seringkali terlihat lebih bahagia dan bersemangat.
Orang yang gemar mengonsumsi makanan manis cenderung menunjukkan beberapa ciri kepribadian yang menarik. Menurut beberapa studi, berikut beberapa karakteristik yang sering dikaitkan dengan mereka yang memiliki "sweet tooth":
Ramah dan Penolong
Penelitian dari Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang yang suka makanan manis cenderung memiliki kepribadian yang lebih ramah dan penolong. Mereka sering kali lebih bersedia untuk melakukan perbuatan baik dan memiliki tingkat agreeableness yang lebih tinggi.
Dikutip dalam Science Daily orang yang menyukai makanan manis akan lebih tulus dan sukarela dalam membantu orang lain. Ia disenangi banyak orang karena sifatnya yang positif.
Sosial dan Ekstrovert
Orang yang menyukai makanan manis juga cenderung lebih sosial dan ekstrovert. Mereka lebih menikmati interaksi sosial dan cenderung memiliki sikap yang hangat terhadap orang lain
Pribadi yang ceria, menyenangkan, memiliki sifat menghibur. Sikap terbuka terhadap orang lain akan membuat orang disekitarnya bisa mengandalkannya dan dengan mudah membuat nyaman.
Optimis dan Bahagia
Konsumsi makanan manis sering kali dikaitkan dengan perasaan bahagia dan optimis. Ini mungkin karena makanan manis dapat memicu pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon "cuddle" atau cinta, memberikan efek menenangkan dan meningkatkan suasana hati.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
