
Ilustrasi pembalut kain dan menstrual cup. (Pinterest)
JawaPos.com - Menjaga kebersihan bagi perempuan bukanlah hal yang sulit. Namun, ketika menstruasi datang, berbagai masalah pun muncul. Bau tak sedap, gatal, rasa lembab, hingga iritasi menghampiri.
Ternyata, salah satu penyebabnya adalah kelembaban yang tertahan di pembalut, ditambah jamur dan bakteri yang mungkin muncul jika kamu tidak rajin mengganti pembalut.
Seiring perkembangan teknologi memunculkan berbagai jenis pembalut, termasuk yang tidak berbentuk pembalut.
Namun, inti penggunaannya adalah untuk menampung darah menstruasi terlepas dari seperti apa bentuknya.
Akan tetapi, tahukah kamu pembalut kain dan menstrual cup merupakan pembalut aman dan sehat serta lebih ekonomis dibandingkan dengan pembalut sekali pakai yang katanya banyak mengandung bahan kimia?
Pembalut Kain
Berdasarkan yang dikutip dari web HelloSehat pada Kamis (27/6) disebutkan bahwa pemakaian pembalut kain dirasa lebih hemat waktu dan biaya, serta lebih ramah lingkungan karena pembalut ini bisa dicuci ulang untuk digunakan kembali.
Selain lebih ramah lingkungan, memakai pembalut kain juga dapat mengurangi risiko ruam iritasi yang sering muncul akibat bahan pembalut kertas yang umumnya kasar dan mengandung bahan kimia.
Nah, berikut adalah beberapa kelebihan dari penggunaan pembalut kain, yaitu:
1. Pemasangan tergolong sederhana karena tinggal tempel di celana dalam.
2. Tersedia dalam berbagai ukuran panjang, seperti 29 cm, 35 cm, atau 42 cm.
3. Penggunaannya hemat biaya karena dapat dicuci ulang sehingga dapat juga dipakai berulang-ulang.
4. Terbuat dari bahan selulosa atau sintetik yang bisa menyerap darah haid.
5. Ramah lingkungan karena terbuat dari kain.
Menstrual Cup

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
