ilustrasi seseorang memiliki keterampilan berpikir kritis/ Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Mempertahankan ketangkasan mental seiring bertambahnya usia bukan hanya tentang teka-teki silang dan permainan memori. Ini juga tentang melepaskan perilaku tertentu yang dapat menumpulkan keunggulan kognitif kita.
Kebiasaan dan pilihan gaya hidup kita memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak kita, dan beberapa di antaranya mungkin lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Namun, inilah kabar baiknya. Dengan mengidentifikasi perilaku-perilaku yang merugikan ini, kita memberi diri kita kesempatan untuk mengubahnya.
Dikutip dari hackspirit, berikut beberapa perilaku yang mungkin ingin anda hentikan, jika anda ingin menjaga pikiran tetap tajam seiring bertambahnya usia.
1) Menggulir tanpa berpikir panjang
Di era digital, sangat mudah terjebak dalam perangkap scrolling tanpa henti. Entah itu feed media sosial, situs berita, atau bahkan hanya berpindah dari satu blog ke blog lainnya, scrolling tanpa berpikir dapat menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kita sadari.
Dan meskipun kelihatannya seperti cara yang tidak berbahaya untuk bersantai atau menghabiskan waktu, perilaku ini sebenarnya dapat berdampak buruk pada kesehatan kognitif kita.
Masalah dengan scrolling tanpa berpikir adalah bahwa hal ini tidak melibatkan otak kita dengan cara yang berarti.
Alih-alih secara aktif memproses informasi, kita hanya mengonsumsinya secara pasif. Keterlibatan yang dangkal seperti ini tidak menstimulasi fungsi kognitif kita dan dapat menyebabkan kelesuan mental dari waktu ke waktu.
Selain itu, paparan layar digital yang terus-menerus dapat mengganggu pola tidur - faktor kunci lain dalam menjaga ketajaman mental.
Jika Anda ingin tetap tajam secara mental seiring bertambahnya usia, pertimbangkan untuk menetapkan batasan waktu di depan layar. Pilihlah aktivitas yang menantang otak Anda - baca buku, pecahkan teka-teki, atau pelajari keterampilan baru.
2) Mengabaikan aktivitas fisik
Sebagai orang yang selalu menghargai keterkaitan antara tubuh dan pikiran, saya tidak bisa tidak menekankan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga ketajaman mental.
Latihan fisik yang teratur tidak hanya bermanfaat bagi tubuh kita; tetapi juga penting untuk kesehatan kognitif kita. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak, yang membantu pengiriman oksigen dan nutrisi - komponen penting untuk pemeliharaan dan pertumbuhan sel-sel otak yang sehat.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
