Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 00.58 WIB

6 Frasa yang Terdengar Bagus di Permukaan Tetapi Sebenarnya Sangat Merendahkan

Oh, berapa kali saya mendengar kalimat ini. Ini adalah frasa yang sering digunakan sebagai tameng untuk membenarkan komentar yang menyakitkan atau menyinggung. Si pembicara bersembunyi di balik lapisan 'kejujuran', membuatnya tampak seperti mereka membantu Anda dengan menawarkan pendapat yang tidak diminta.

Namun, mari kita perjelas: ada perbedaan antara bersikap jujur dan menyakiti. Kejujuran sejati adalah tentang bersikap terbuka, tetapi juga tentang bersikap bijaksana dan penuh pertimbangan. Ini bukan tentang menggunakan keterusterangan sebagai alasan untuk meremehkan seseorang dengan kedok 'mengatakan yang sebenarnya'.

Dalam buku saya, Memutus Keterikatan: Cara Mengatasi Ketergantungan dalam Hubungan Anda, saya membahas bagaimana frasa yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat memengaruhi hubungan kita.

Tapi untuk saat ini, inilah intinya: lain kali Anda mendapati diri Anda mengatakan "Saya hanya berkata jujur...", berhentilah sejenak. Renungkan niat Anda. Apakah Anda benar-benar jujur, atau Anda menggunakan kejujuran sebagai selubung untuk merendahkan diri?

 4) "Setidaknya Anda sudah mencoba"

Kalimat yang satu ini bisa menyengat. Hal ini sering diucapkan dengan senyuman simpatik, seolah-olah untuk melunakkan pukulan kegagalan. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah meremehkan usaha yang telah dilakukan seseorang untuk mencapai apa pun yang ingin mereka capai.

Ini menyiratkan bahwa meskipun Anda mungkin tidak berhasil, tidak apa-apa karena Anda memang tidak diharapkan untuk berhasil. Hal ini bisa terasa sangat merendahkan, seolah-olah usaha Anda dianggap sia-sia sejak awal. 

Seperti yang pernah dikatakan Albert Einstein, "Anda tidak akan pernah gagal sampai Anda berhenti mencoba." Saya selalu memegang kutipan ini di dalam hati saya. Ini adalah pengingat bahwa usaha kita, apa pun hasilnya, layak mendapatkan pengakuan dan penghormatan, bukan komentar yang meremehkan.

5) "Kamu sangat sensitif"

Frasa ini adalah sesuatu yang sudah sering saya dengar lebih dari yang bisa saya hitung. Biasanya digunakan untuk menepis perasaan atau reaksi seseorang yang terlalu dramatis atau tidak beralasan. 

Tetapi melabeli seseorang sebagai "sensitif" tidak hanya tidak valid, tetapi juga menyiratkan bahwa emosi mereka tidak dapat dibenarkan atau berlebihan. Ini adalah cara yang halus untuk mengatakan "perasaan Anda tidak penting" - sentimen yang sangat merendahkan.

Ingatlah kata-kata dari Maya Angelou, "Saya telah belajar bahwa orang akan melupakan apa yang Anda katakan, orang akan melupakan apa yang Anda lakukan, tetapi orang tidak akan pernah melupakan bagaimana Anda membuat mereka merasa." Perasaan Anda valid, dan siapa pun yang mencoba meremehkannya tidak sepadan dengan waktu atau energi Anda.

6) "Berkatilah hatimu..."

Ungkapan ini, yang sering digunakan di negara-negara bagian Selatan, pada awalnya mungkin terdengar penuh kasih sayang atau perhatian. Tapi jangan tertipu. Ini sering kali merupakan cara untuk mengatakan, "Kamu bukan alat yang paling tajam di gudang, bukan?"

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore