
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM. (Antara)
JawaPos.com – Para peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Surabaya tengah mengembangkan terapi stem cell untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr. Purwati, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM.
“Kami melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana terapi stem cell bisa mencegah berbagai tanda penuaan dini pada seseorang,” ungkapnya pada Sabtu (27/1) yang dikutip dari Antara.
“Pada prosesnya, kami melakukan terapi stem cell pada 30 laki-laki dan perempuan berusia antara 40 sampai 70 tahun. Setelah itu, kami menganalisa apa saja permasalahan kulitnya,” lanjut Dr. Purwati.
Ia menjelaskan bahwa para pasien akan diukur permasalahan kulitnya menggunakan metode yang akurat untuk mengetahui kondisi dari tujuh permasalahan kulit, yaitu bintik hitam, pori-pori besar, kulit kasar, keriput, jerawat, noda matahari, dan kulit kering.
Para pasien diminta untuk menggunakan formula stem cell sebanyak dua kali sehari selama enam bulan dan dipantau secara rutin selama enam minggu sekali.
“Para pasien kemudian menggunakan formula yang mengandung stem cell sebanyak dua kali sehari, dalam kurun waktu enam bulan,” jelas Dr. Purwati
“Dalam periode ini, kami juga melakukan pengecekan berkala sebanyak enam minggu sekali. Hasilnya, tak ada satupun pasien yang mengalami reaksi alergi maupun keracunan. Artinya formula stem cell ini sangat aman,” lanjutnya.
Para pasien kemudian kembali diukur kondisi kulitnya setelah enam bulan.
Hasilnya diketahui bahwa terapi stem cell dapat mengurangi berbagai permasalahan kulit.
“Setelah kami lakukan pengukuran kembali, terbukti bahwa stem cell mampu mengurangi kondisi bintik hitam, pori-pori besar, kulit kasar, keriput, jerawat, noda matahari, dan kulit kering secara signifikan,” jelas Dr. Purwati
“Selain itu, 90 persen dari para pasien juga mengaku puas dengan hasil perawatan dan merasa bahwa terapi ini bisa mengurangi keriput, membuat kulit jadi lebih lembab, dan mengurangi pigmentasi,” paparnya.
Purwati mengungkapkan jika saat ini banyak masyarakat yang mengalami penuaan dini yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti mengonsumsi alkohol, kurang tidur, stres, hingga banyak mengonsumsi makanan cepat saji.
Hal ini mendorong industri kesehatan dan kecantikan untuk menghadirkan berbagai jenis perawatan kosmetik, seperti penggunaan kolagen, vitamin C, dan retinol.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
