
Ilustrasi biji kakao. (Foto oleh Stefan Kuhn dari Pixabay)
JawaPos.com- Jakarta, Indonesia memiliki banyak produk cokelat lokal berkualitas premium, salah satunya yaitu Coklat Pak Tani yang diproduksi di Desa Omu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Cokelat ini punya keunikan tersendiri dibanding produk serupa dari Sigi karena produksinya dimulai dari tahapan pemilihan buah kakao terbaik.
Coklat Pak Tani merupakan produsen cokelat batangan pertama di Sigi. Usaha ini dibangun melalui Koperasi Agro Industri Omu yang dibentuk oleh pria bernama Thomas.
Dia bersama dengan teman-teman sesama petani lainnya memproduksi cokelat batangan yang bercita rasa tidak terlalu manis atau mirip seperti dark chocolate, dengan kandungan kakao di atas 70 persen serta campuran sedikit gula dan susu.
"Manisnya pun bukan hanya dari gula pasir, melainkan juga dari gula aren yang cita rasanya juga berbeda. Selain itu, teksturnya unik seperti berpasir, karena ampas cokelat dan lemak cokelat dimasukkan juga ke dalam campuran cokelat,” kata Thomas melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (19/12).
Coklat Pak Tani baru akan memproses biji cokelat ketika mendapat pesanan, demi mempertahankan cita rasa dan aroma cokelat. Thomas mengatakan pihaknya juga berencana membuat cokelat batangan dalam varian ukuran lebih kecil agar lebih terjangkau oleh masyarakat sekitar. Selain cokelat batangan, Coklat Pak Tani juga memproduksi coklat bubuk dan wafer bersalut cokelat.
Tidak sulit bagi Thomas untuk mendapatkan biji kakao yang bagus karena dia merupakan petani kakao yang paham betul cara budidaya tanaman kakao. Itulah kenapa Thomas melabeli produknya dengan nama Coklat Pak Tani. Melalui proses yang cukup lama, Thomas belajar cara mengolah cokelat lewat pelatihan.
Menurut Thomas, tanaman kakao juga dapat membantu mengurangi risiko bencana alam. Dengan membeli cokelat Sigi, maka akan membuat petani kakao terus bersemangat membudidayakan tanaman kakao yang berperan sebagai pelindung Taman Nasional Lore Lindu.
"Hanya saja, saat ini tanaman kakao mulai ditinggalkan, karena produksinya terus menurun, terutama sejak bencana gempa yang menimpa Sigi. Karena gempa, struktur tanah berubah," ujar dia.
"Ditambah lagi, tanaman kakao mudah diserang penyakit. Pohon hidup, tapi enggan berbuah. Itulah kenapa petani mulai beralih ke tanaman pangan, seperti jagung. Sehingga, ketika musim hujan, ada kemungkinan terjadi longsor," imbuh Thomas.
Sementara itu menurut Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sigi, kakao merupakan komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di kabupaten tersebut. Sekitar 11.500 kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada tanaman kakao.
"Perannya sangat penting dalam perekonomian masyarakat sebagai sumber pendapatan, juga menciptakan lapangan kerja dalam usaha yang terkait dengan kakao. Karena, produksi kakao di tingkat rumah tangga pun makin berkembang," kata Kepala DTPHP Sigi Rahmad Iqbal.
DTPHP Kabupaten Sigi juga terus mendorong semangat petani untuk terus membudidayakan kakao secara lestari serta memberikan penyuluhan tentang cara membuat bibit sendiri. Iqbal juga berharap di kemudian hari perkebunan kakao ini bisa dikelola secara lebih modern. Menurut dia, selama ini petani mengelola perkebunan dengan sangat tradisional, sedangkan teknologi dan inovasi pengembangan kakao terus berkembang.
"Ke depannya kita perlu menggunakan mesin dan manajemen pengelolaan perkebunan kakao yang lebih modern,” ujar Iqbal.
Menurut dia, banyak juga petani tidak melakukan hitungan bisnis dan menganalisis usaha taninya secara bisnis. Seharusnya mereka mengelola dengan memperhitungkan input produksi, serta penggunaan teknologi yang lebih baik. Dengan begitu, capaian hasilnya akan lebih baik, sehingga hidup mereka bisa lebih sejahtera.(*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
