Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Maret 2022 | 16.07 WIB

Ajarkan Bahasa Asing kepada Anak dari Usia Dini

ILUSTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI. (Istimewa/sekolah.mu) - Image

ILUSTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI. (Istimewa/sekolah.mu)

JawaPos.com - Para orang tua zaman sekarang menyadari kompetisi untuk anak mereka pada masa mendatang sangat berat. Ada banyak medium untuk bisa berkompetisi itu, yakni menguasai bahasa.

Nah, bicara soal bahasa, saat ini para buah hati selain dikenalkan dengan bahasa ibu, mereka juga harus mampu menguasai bahasa asing lain agar bisa berinteraksi dengan dunia luar. Minimal bahasa Inggris.

Mengenalkan bahasa Inggris dilakukan sejak usia sekolah. Bahkan kini dapat dari usia dini. Ada beragam metode untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada buah hati dari sejak usia dini. "Era sekarang bahasa Inggris bukan lagi menjadi skill, melainkan menjadi sebuah kemampuan dasar bagi seorang anak," ujar praktisi pengajar bahasa Farli Sukanto kepada JawaPos.com, Kamis (10/3).

Farli Sukanto mengatakan, ada beragam metode dan kurikulum untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak. Setiap sekolah mengajarkan dengan cara yang penuh kreatif. Dari sekian banyak metode, ada kini ada sistem blended learning. Sistem itu memakai metode kelas Living English yang kerap digunakan sekolah internasional, karena memakai kurikulum Cambridge.

"Living English menyediakan pembelajaran bahasa Inggris mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dengan pembelajaran dua arah yang menyenangkan. Hal itu membuat anak dapat berinteraksi secara langsung dan belajar jadi lebih interaktif,” ujar Farli Sukanto yang juga Chief of Sekolah.mu.

Kelas Living English, kata Farli, menghadirkan beragam konten belajar menarik yang dapat dipelajari secara mandiri. Mulai dari video pembelajaran, infografis rangkuman materi, kuis, dan games virtual.

Pengajarannya menggunakan prinsip pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Siswa tidak hanya duduk diam mengikuti pelajaran, tetapi berinteraksi lewat permainan interaktif, dongeng, praktikum mandiri dengan toolkit.

Adapun pembelajaran bermakna yakni materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat murid dapat pemahaman yang lebih mudah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan.

"Sistem itu memberi pemahaman speaking, reading, writing dan listening, agar anak dapat memahami bahasa Inggris sedari dini melalui tema-tema yang menarik. Menariknya lagi lebih kontekstual dengan kehidupan anak-anak," kata Farli.

Selain itu, agar anak dapat lebih lancar berbahasa Inggris yakni belajar dari guru native. Kehadiran guru native menambah animo dan suasana belajar benar-benar di tengah penutur bahasa asing.

Di samping itu, pengajaran bahasa Inggris pun harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak itu sendiri. Supaya setiap proses terpersonalisasi kepada kebutuhan anak untuk belajar.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore