
ILUSTRASI BELAJAR ANAK USIA DINI. (Istimewa/sekolah.mu)
JawaPos.com - Para orang tua zaman sekarang menyadari kompetisi untuk anak mereka pada masa mendatang sangat berat. Ada banyak medium untuk bisa berkompetisi itu, yakni menguasai bahasa.
Nah, bicara soal bahasa, saat ini para buah hati selain dikenalkan dengan bahasa ibu, mereka juga harus mampu menguasai bahasa asing lain agar bisa berinteraksi dengan dunia luar. Minimal bahasa Inggris.
Mengenalkan bahasa Inggris dilakukan sejak usia sekolah. Bahkan kini dapat dari usia dini. Ada beragam metode untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada buah hati dari sejak usia dini. "Era sekarang bahasa Inggris bukan lagi menjadi skill, melainkan menjadi sebuah kemampuan dasar bagi seorang anak," ujar praktisi pengajar bahasa Farli Sukanto kepada JawaPos.com, Kamis (10/3).
Farli Sukanto mengatakan, ada beragam metode dan kurikulum untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak. Setiap sekolah mengajarkan dengan cara yang penuh kreatif. Dari sekian banyak metode, ada kini ada sistem blended learning. Sistem itu memakai metode kelas Living English yang kerap digunakan sekolah internasional, karena memakai kurikulum Cambridge.
"Living English menyediakan pembelajaran bahasa Inggris mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dengan pembelajaran dua arah yang menyenangkan. Hal itu membuat anak dapat berinteraksi secara langsung dan belajar jadi lebih interaktif,” ujar Farli Sukanto yang juga Chief of Sekolah.mu.
Kelas Living English, kata Farli, menghadirkan beragam konten belajar menarik yang dapat dipelajari secara mandiri. Mulai dari video pembelajaran, infografis rangkuman materi, kuis, dan games virtual.
Pengajarannya menggunakan prinsip pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Siswa tidak hanya duduk diam mengikuti pelajaran, tetapi berinteraksi lewat permainan interaktif, dongeng, praktikum mandiri dengan toolkit.
Adapun pembelajaran bermakna yakni materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu membuat murid dapat pemahaman yang lebih mudah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan.
"Sistem itu memberi pemahaman speaking, reading, writing dan listening, agar anak dapat memahami bahasa Inggris sedari dini melalui tema-tema yang menarik. Menariknya lagi lebih kontekstual dengan kehidupan anak-anak," kata Farli.
Selain itu, agar anak dapat lebih lancar berbahasa Inggris yakni belajar dari guru native. Kehadiran guru native menambah animo dan suasana belajar benar-benar di tengah penutur bahasa asing.
Di samping itu, pengajaran bahasa Inggris pun harus menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak itu sendiri. Supaya setiap proses terpersonalisasi kepada kebutuhan anak untuk belajar.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
