
Toko Eiger di Intelaken, Swiss. (EIGER untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - Bagi pelaku ekonomi lokal, bersaing dan berkarya di luar negeri adalah suatu kebanggaan. Kebanggaan itu tidak hanya dirasakan oleh mereka sendiri, pemerintah dan bangsa pun ikut bangga.
Itulah yang dilakukan Ronny Lukito. Setelah menekuni bisnis perlengkapan luar ruang sejak 1989, akhirnya Eiger, brand lokal yang didirikan Ronny Lukito, berhasil membuka toko pertama di luar negeri. Lokasinya di Kota Interlaken, Swiss. Persisnya di kaki Gunung Eiger, inspirasi dari dari nama brand lokal itu.
"Kami di sini (Swiss) tidak sekadar berbisnis, tetapi juga mengenalkan budaya Indonesia, keindahan alam Indonesia, dan berbagai lini produk kami," ujar Ronny Lukito beberapa waktu lalu.
Toko pertama Eiger di Swiss dibuka secara resmi di Kota Interlaken pada (15/3). Peresmian itu diikuti secara daring dari Indonesia, tepatnya di toko Eiger Indonesia, Radio Dalam, Jakarta Selatan. JawaPos.com pun hadir di sana.
Dari Indonesia, peresmian toko Eiger di Swiss menghadirkan dua pendaki gunung Eiger pertama asal Indonesia. Yaitu, Harry Suliztiarto dan Mamay Salim.
Kedua pendaki gunung senior itu berbagai cerita soal pengalamannya pertama kali ke Gunung Eiger pada 1985 dan 1986. Kala itu literatur soal Gunung Eiger sangat minim. Hanya ada beberapa buku yang dijadikan rujukan. Sehingga ketika pendakian pertama pada 1985, Harry Suliztiarto salah musim. Sehingga dia tidak berhasil ke puncak Eiger.
"Salah musim itu membuat kami semakin penasaran dan tahun berikutnya naik lagi dengan beragam persiapan," ujar Harry Suliztiarto yang diamini Mamay Salim.
Bentuk persiapan paling sederhana adalah belajar hidup dengan suhu udara minus 10. "Belajarnya dengan berdiam di dalam cold storage di Indonesia selama 24 jam," kenang Harry Suliztiarto yang pernah dihantam longsoran es gunung eiger.
Saat mendaki, persiapan logistik berupa makanan yang berbentuk bubuk. "Tapi Mamay nakal. Dia bawa mi instan," sebutnya.
Sementara itu, CEO Eiger Christian Sarsono mengatakan, langkah global EIGER di Swiss menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi industri pemasok dan mitra UMKM. Brand lokal dituntut konsisten memenuhi standar persyaratan kualitas, dan persyaratan sustainability yang ketat di Swiss.
"Produk ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan negara subtropis dengan empat musim,” cerita Chris.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
