Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Desember 2021 | 12.48 WIB

Memahami Child Grooming, Bikin Anak Nyaman Bercerita ke Orang Tua

BERMAIN: Orang tua perlu memahami beragam emosi anak. Perubahan emosi bisa menjadi tanda ada sesuatu pada si kecil. Termasuk bila mereka menjadi korban child grooming atau pelecehan seksual. (ILUSTRASI diperagakan model. Kenzie, Ricky, dan Christabel - Di - Image

BERMAIN: Orang tua perlu memahami beragam emosi anak. Perubahan emosi bisa menjadi tanda ada sesuatu pada si kecil. Termasuk bila mereka menjadi korban child grooming atau pelecehan seksual. (ILUSTRASI diperagakan model. Kenzie, Ricky, dan Christabel - Di

Akhir-akhir ini, kasus kejahatan seksual terhadap anak membuat hati terkoyak. Mendengar usia anak yang masih di bawah umur semakin mengiris hati. Miris sekali. Parents perlu memberikan tameng kepada buah hati agar terhindar dari kejahatan seksual atau child grooming.

---

CHILD grooming ini ternyata bukan hal baru. Masih ingat kasus Baekuni alias Babe pada 2010? Atau insiden yang mencoreng wajah dunia pendidikan tujuh tahun lalu. Yaitu, kasus pelecehan murid di sekolah berbasis internasional di Jakarta. Dengan mencuatnya kasus-kasus tersebut, jelas tidak ada celah untuk menutup mata serta abai bagi mommy and daddy.

Psikolog anak Twinky mengatakan, pelaku child grooming akan mengemas aksi kejahatannya dengan apik. Pelaku memunculkan sifat atau karakter yang penyayang, pemberi kasih, dan bak angel. Karena itu, anak berpikiran bahwa pelaku adalah primadona. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku melakukan beberapa hal.

Pertama, pelaku menyeleksi korban mana yang akan disasar. Tidak semua korban masuk daftar target pelaku. Korban dipilih berdasar daya tarik fisik yang dirasakan pelaku. Lalu, akses hingga kerentanan yang bakal muncul. Anak yang ditinggal orang tua karena selalu sibuk menjadi salah satu target pelaku. Sebab, akses yang mudah bagi pelaku menggaet korban. Serem nggak, Bunda?

Kedua, akses. Setelah tahu targetnya siapa, pelaku menyusun strategi untuk mendapatkan akses masuk ke korban. Apa saja akan dilakukan pelaku. Misalnya, menawarkan diri untuk menjaga korban ketika parents pergi keluar. Ketiga, membangun kepercayaan dan emosi dengan korban. Korban dininabobokan oleh rasa kepercayaan pelaku. Perhatian yang lebih dicurahkan pelaku.

Kemudian, tahapan terakhir ialah silenting. Pada tahap itu, pelaku sudah melakukan kejahatan dan meminta korban merahasiakan perbuatannya. Pelaku berupaya meyakinkan bahwa yang dialami korban harus dirahasiakan. Tidak ada yang boleh tahu. Tidak terkecuali orang tua. Tak jarang, pelaku mengancam. Tujuannya, rasa takut muncul dan membuat anak takut mengadu.

Twinky mengungkapkan, biasanya anak yang menjadi korban masih berusia dini. Bukan remaja. Artinya, potensi anak untuk melawan balik dengan memukul sangat minim. Namun, ada tameng sebagai pertolongan yang bisa digunakan anak, lho. ”Pertolongan pertama, anak mungkin harus berteriak atau pergi. Tapi, harus dikasih tahu kalau sudah pergi, langsung cerita ke mama atau papa,” jelasnya.

Sex education menjadi hal penting bagi anak-anak agar terhindar dari sihir pelaku child grooming. Twinky punya gaya sendiri ketika mengajarkan sex education kepada anak-anaknya. Dia menggunakan pakaian renang. Bagian yang tertutup baju renang itu tidak boleh dipegang orang lain. Begitu bagian tersebut disentuh, anak harus lari atau berteriak yang kencang.

Malaikat kecilnya pernah menjadi korban child grooming. Penis anaknya dipegang orang lain. Karena bonding dan sex education yang kuat sejak usia dini, buah hatinya bercerita kepada Twinky. Setelah cerita, Twinky tidak lantas naik pitam di depan anaknya. Dia meminta anaknya masuk. ”Awalnya, anakku takut kasih tunjuk orang yang sudah pegang penisnya mana. Aku nanya detail dan sabar, pakai baju apa orangnya,” kenangnya.

Hati Twinky jelas mendidih. Hati orang tua mana yang bakal tega melihat anaknya dilecehkan. Begitu di depan wajah pelaku, Twinky menyampaikan, lain waktu, kalau bercanda jangan melecehkan anak. Tegas dan jelas. Sex education dikencangkannya sejak anaknya berusia 2 tahun. Menurut dia, sex education perlu diberikan dan disesuaikan dengan usia anak.

Kembangkan Sense of Parents



SELAIN sex education, sense of parents juga perlu dikuati. Anak yang menjadi korban child grooming pasti menunjukkan tanda-tanda. Misalnya, tiba-tiba sikap anak menjadi lebih dingin, merasa kesakitan, takut keluar kamar atau rumah, hingga malu bertemu orang lain, termasuk orang tua. Dekati anak dan cari tahu mengapa anak bisa berubah. Jangan justru dibiarkan.

Menurut psikolog anak Twinky, efeknya pasti ada. Memori kelam tersebut pasti membekas. Sebab, anak merasakan hal itu. Tidak bisa dihapus. Kalau sudah melupakan kejadian tersebut, anak berusaha menekannya.

Karina (bukan nama sebenarnya), 29, memberikan sex education kepada buah hatinya sejak usia 2,5 tahun. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu tak ingin anaknya menjadi korban seperti dirinya dulu. Kala itu, dia duduk di bangku SD. Paha kanannya ditowel oleh guru olahraga. Dia kaget sekaligus malu. ’’Bodohnya aku, aku tidak cerita ke orang tua,” tuturnya.

Saat itu, wawasannya soal child grooming tidak seperti sekarang. Karina mulai paham tindakan gurunya itu jahat saat duduk di bangku SMP kelas 1. Dia mengaku tak mendapat pendidikan sex di keluarganya. 

BUAT ANAK NYAMAN DI RUMAH

Terdengar klise, membuat anak nyaman di rumah. Tapi, kata nyaman memiliki seribu makna yang baik. Sebab, ketika nyaman di rumah, anak bakal lebih terbuka kepada orang tua. Bagaimana cara membuat anak nyaman?

1. Perbanyak waktu bersama anak.

2. Buat anak itu merasa enjoy bercerita kepada orang tua.

3. Beri perhatian, semangat, dan kasih sayang ke anak. Dengan begitu, anak tidak membutuhkan kasih sayang orang lain selain orang tua.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore