
HUBUNGAN: Kedekatan antara orang tua dan anak memang dibutuhkan. Namun, masih diperlukan batasamn yang jelas agar fungsi orang tua berjalan sebagaimana mestinya. (Foto Ilustrasi Diperagakan Model - Alfian Rizal/Jawa Pos)
Mengurus anak itu harus dengan tensi tinggi. Pasang wajah merengut seharian. Pokoknya anak wajib takut sama orang tua. Kalau nggak begitu, anak bakal tidak nurut. Namun, betulkah begitu? Nah, ternyata adakalanya parents juga perlu untuk tarik-ulur. Tidak terus marah-marah. Atau, dikenal dengan istilah layang-layang. Bukan series Layangan Putus lho, Bunda.
---
ANAK penurut itu memang impian semua orang tua. Namun, membuat buah hati menjadi penurut itu bukan sekadar dengan nada tinggi atau cosplay jadi nenek sihir di depan anak. Karena itu, ada istilah layang-layang dalam parenting. Psikolog anak Nuri Fauzia menyatakan, sebelum menerapkan layang-layang, orang tua harus paham prinsip layang-layang. Prinsipnya adalah kapan waktunya menarik dan mengulur.
Nur menyebutkan, ada kalanya orang tua memberikan ruang kebebasan kepada anak. Namun, dengan asumsi jika anak sudah mengerti arti tanggung jawab. Ada kalanya orang tua untuk injak rem juga. ’’Di saat apa? Ya asumsinya anak benar-benar belum bisa sepenuhnya tanggung jawab,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.
Di usia berapa prinsip layang-layang bisa diaplikasikan kepada anak? Menurut Nur, prinsip tersebut bisa diterapkan ketika kognitif anak sudah baik, tapi prinsip hidupnya belum kuat. Idealnya, kondisi seperti itu bisa diterapkan saat anak usia 7 tahun. Di usia tersebut. prinsip layang-layang lebih ke arah pengondisian anak.
Pada tahapan itu, lanjut Nur, anak mulai bergeser dari pemahaman yang sebelumnya di fase praoperasional, lalu menjadi operasional konkret. Dia menilai, anak umur 7 tahun sudah memiliki value, tapi belum cukup kuat. Selain itu, responsibility anak belum kukuh.
Dia menyatakan, prinsip layang-layang bisa saklek dipraktikkan kala anak usia 11 tahun ke atas. Pasti, bunda-ayah bertanya-tanya, kok bisa 11 tahun? Bukannya bagus sejak dini? Betul, memang sejak dini. Namun, bunda perlu tahu kalau urusan parenting tidak bisa ujug-ujug. Misalnya, konsep layang-layang langsung diaplikasikan tanpa ada pemanasan. Dampaknya justru tidak bagus. Parents bisa memulai layang-layang sebagai pengondisian ketika anak usia 7 tahun, yes.
Nur menyampaikan, saat usia 11 tahun, ’’matahari” anak bergeser. Awalnya orang tua, lalu digantikan teman-teman dekat anak. Anak-anak mulai menyerap value dari lingkungan sekitarnya. Di fase tersebut, peran orang tua lebih bagaimana melihat keputusan-keputusan yang diambil anak, apakah sudah tepat atau belum. Di sisi lain, tentu orang tua juga tetap mengawasi.
Terpisah, Laurencia Ika Wahyuningrum selaku konselor anak dan remaja menyatakan, ada empat tahapan perkembangan motorik anak. Pertama, tahapan sensorimotor di usia 18–24 bulan. Pada usia tersebut, anak mengenal dunianya lewat melihat, mendengar, dan mengembangkan motoriknya dengan menggapai dan menyentuh. Anak belum bisa berpikir simbolis. Apa yang dilihat anak dimaknai secara harfiah. Kemudian, pada tahapan kedua, yakni praoperasional, saat usia anak 2–7 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah bisa berpikir simbolis dan logis.
Kemudian, tahapan ketiga adalah praoperasional konkret. Ika menjelaskan, tahapan tersebut anak telah mampu berpikir logis dan hipotesis. Dan, tahapan terakhir adalah operasional formal. Tahapan operasional formal ketika usia anak 12 tahun ke atas. Anak mulai mampu berpikir abstrak dengan memanipulasi ide-ide, berpikir kreatif, dan memahami konsekuensi dari hasil tindakannya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
