Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2020 | 05.23 WIB

Karpet Asal Iran Bernilai hingga Miliaran, Simak Cara Merawatnya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Salah satu cara untuk menghias interior rumah, bisa dengan menambahkan karpet pada lantai. Masyarakat Indonesia umumnya ternyata menyukai karpet impor dari negara Eropa dan Timur Tengah. Salah satunya dari Turki dan Iran.

 

Setiap karpet dari masing-masing negara pasti memiliki ciri khas. Terutama dari mulai proses pembuatan, kualitas bahan, motif dan warna. "Masyarakat Indonesia umumnya suka dengan karpet dari Pakistan, Turki, Iran, Afghanistan, Kazakhstan, masih banyak lagi," kata Pemilik Al-Barkat Oriental Rugs and Carpets, Atta Ul Karim ketika ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

 

Atta menjelaskan, perbedaan karpet dari sejumlah negara seperti Iran. Menurutnya, karpet asal Iran umumnya dibuat handmade atau memakai tangan. Bahannya wol dan sutera.  "Ya itu yang bikin mahal, kenapa mahal karena pakai tangan dan benangnya tipis, dalam satu inci saja ada 180 ikat disulam, belum lagi bahannya. Kalau karpet rajutan tangan paling bagus berbahan sutra. Kalau yang pakai mesin bagusnya yang bahan akrilik," ungkapnya.

 

Salah satu jenis karpet asal Iran yang terkenal yakni Isfahan dan Qum. Sama seperti lukisan harganya pun bisa seharga jutaan hingga miliaran. "Jadi karpet ada yang harga ratusan juta sampai 1 miliar pun ada. Ukurannya besar dan motifnya 100 persen sutera, motifnya juga tumbuh-tumbuhan," ungkapnya.  "Tapi kalau di Indonesia paling laku mulai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," tambah Atta.

 

Selain itu, mahalnya harga juga dipengaruhi oleh waktu pembuatan karpet. Karena membuatnya memakai tangan, maka karpet bisa baru selesai dalam waktu 6 bulan hingga tahunan. "Ada yang 6 bulan baru jadi karpetnya, itu harganya lebih murah. Kalau yang bagus banget bisa 4 tahun baru jadi. Semakin rumit dan lama waktu pengerjaannya, semakin mahal," jelasnya.

 

Menurut Atta, membersihkan karpet harus dilakukan dengan cara khusus. Dan tak boleh asal dicuci dengan mesin cuci (*)

 


  1. Pakai Vacuum Cleaner


 

Cukup memakai vacuum cleaner atau penyedot debu. Atau bisa menggunakan sapu lidi aja.

 

  1. Cuci dengan Sabun Khusus


 

Ada juga obat khusus untuk cuci karpet. Karena tak bisa sembarangan mencuci karpet. Mencucinya bisa 8 bulan sekali minimal.

 

  1. Sering Dijemur


 

Sebanyak 3 kali seminggu jemur selama 5 menit. Jika tak sengaja kena air, cukup memakai tisu atau diberikan obat khusus. Dijemur untuk mematikan bakteri sehingga penghuni rumah merasa nyaman.

 

 

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore