Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2020 | 22.13 WIB

Tetap Izinkan Pelanggan Jajal Baju di Butik, Tuty Adib: Kami Sterilkan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Para desainer menyambut gembira pembukaan mal. Sebab bisa membuat mereka kembali membuka butiknya dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah desainer yang memiliki gerai atau butik di dalam mal, kini sudah mulai melayani pelanggan dengan cara yang berbeda.

Desainer Tuty Adib kini sudah membuka 2 butiknya di mal FX Sudirman dan Solo, Jawa Tengah. Dirinya menyambut gembira dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Aturan disiplin diberlakukan untuk pegawai butik dan juga pengunjung.

"Tentu harus mengikuti protokol Covid-19 ya agar tetap nyaman dan aman berbelanja di butik kami. Keunggulan berbelanja di butik itu sebetulnya lebih enak, karena konsumen biasanya sudah tahu apa yang dicari atau pelanggan tetap. Sehingga hampir tidak pernah terjadi kerumunan, jaga jarak pasti bisa dilakukan," kata Tuty Adib kepada JawaPos.com, Jumat (19/6).

Selain harus mengukur suhu pengunjung, karyawan juga diwajibkan menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan. Pengunjung yang datang tanpa masker atau lupa membawa masker atau tidak memakai masker yang benar, maka akan ditegur.

"Kami tak perbolehkan masuk tanpa masker lalu harus pakai hand sanitizer. Kalau maskernya lupa dibawa, kami sekaligus menjual masker yang bisa dibeli konsumen," jelasnya.

Ketika ingin membeli busana, aturan lain juga diterapkan. Yaitu tetap mengizinkan konsumen mencoba busana yang dipilihnya di kamar ganti atau fitting room. Tapi, jika tak jadi dibeli, pihak pegawai butik juga langsung mensterilkan busana tersebut

"Kebersihan busana selalu dikondisikan. Boleh dicoba di fitting room tapi setelah itu langsung kami sterilkan pakai steemer. Jadi jika busana tak cocok, sebelum digantung kembali, akan kami steemer," kata Tuty Adib.

Desainer langganan keluarga Presiden Joko Widodo ini bersyukur kini usahanya dan teman-teman desainer bisa kembali bergeliat. Sebab virus Korona sudah memukul dunia fashion dan membuat penjualan menurun.

"Sudah pasti kerugian dan penjualan menurun di semua lini. Tak ada Lebaran, Lebaran di rumah saja membuat penjualan menurun. Tapi Allah itu tak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umat-Nya. Maka ada saja jalannya. Bukan berarti tak ada pemasukan, peluang tetap ada. Tapi ini membuat kami justru lebih kreatif dengan membuat setelan dress dengan maskernya atau kerudung dengan maskernya," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=POmp5Mniimw&t

 

https://www.youtube.com/watch?v=K6m5nlbN7bw

 

https://www.youtube.com/watch?v=c1Qzks4uyYU

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore