
Ilustrasi olahraga lari marathon, perlu kesiapan fisik yang prima, dengan memeriksakan kesehatan jatung sebelum megikutinya. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketika sedang banyak masalah, wajar jika seseorang merasa galau. Terkadang mereka mencari pelarian masing-masing. Bercerita pada orang lain atau curhat membuat hati terasa lebih lega sekalipun belum menemukan solusi. Dan ternyata, saat emosi memuncak, dengan berlari bisa menghilangkan stres.
Dalam diskusi virtual bersama Creative Tribe, kaum muda generasi milenial dan gen-Z untuk diajak peduli dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan isu kesehatan mental lewat sebuah aktivitas menjauhkan diri dari anxiety dengan berlari bersama. Ajang #pelarian yang digagas berkolaborasi dengan sejumlah komunitas olahraga dan peduli serta penyedia layanan kesehatan mental yakni HatiPlong, Dash Sports, SANA, Voltandfast, Runhood, OTSS, JSD, BKR Brothers, Muse Media Id, Syndicate TV dan Vox Populi Publicists serta kalangan selebriti.
"Ini adalah sebuah collective movement atas bentuk kepedulian, concern, niat dan ikhtiar baik untuk kesadaran kesehatan mental, khususnya bagi generasi milenial dan gen-Z yang begitu terdampak selama masa pandemi Covid-19," kata Strategic Planner Creative Tribe, Iman Sadeqh, Rabu (19/1).
Ia menambahkan kampanye #pelarian adalah sebuah kegiatan untuk menjauhkan diri dari berbagai isu kesehatan mental seperti anxiety, depresi, stres dan lainnya. Dengan begitu seseorang mengatasi rasa cemas dengan lebih mencintai diri sendiri sambil mencari tahu lebih banyak tentang hal ini dari para ahlinya. Salah satunya dengan berlari.
Berlari Kurangi Stres
Sementara itu, CEO dan penggagas HatiPlong Farah Djalal menjelaskan kampanye #pelarian menumbuhkan kesadaran untuk kesehatan mental di Indonesia, sekaligus membimbing masyarakat Indonesia dengan cara-cara kreatif untuk lebih memahami dan mengenal dengan baik tentang kesehatan mental. Ada banyak isu kesehatan mental yang sering dialami kaum muda, mulai dari kecemasan, depresi dan stres, serta belum lagi stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang sedang mengalaminya. Farah lalu memaparkan bahwa keseimbangan antara fisik dan mental merupakan salah satu kunci untuk memiliki well-being yang berkualitas.
"Ketika orang mengalami stres misalnya, penyaluran emosi dapat dilakukan secara fisik dengan berolahraga dan secara mental dengan 'curhat' misalnya. Berlari merupakan salah satu olahraga yang terbukti oleh penelitian mampu memproduksi hormon endorphins pemicu perasaan positif serta produksi hormon Leptin yang meningkatkan energi dan motivasi seseorang," kata Farah.
Berlari diyakini bisa jadi bagian gaya hidup aktif dan sehat paling nyata sekaligus memberi ruang untuk kebersamaan. Siapa saja yang sedang punya masalah kesehatan mental harus tahu bahwa mereka tidak sendirian, banyak yang peduli.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
