
Koleksi Natia Kiantoro bersama PVRA di JFW 2020. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Seseorang seringkali kehabisan ide untuk melakukan mix and match antara busana dan alas kaki. Karena itu dalam perhelatan Jakarta Fashion Week 2020, desainer Natia Kiantoro bersama PVRA menghadirkan pilihan koleksi busana yang beragam dengan koleksi sepatu dan sandal yang manis.
Aplikasi payet pun masih menjadi ciri utama sepatu PVRA dalam koleksi ini. Namun, kini duo desainer Kara Nugroho dan Putri Katianda mencoba bermain-main dengan payet yang edgy sesuai dengan busananya.
"Koleksi ini sengaja kami buat dengan sangat edgy. Itu jadi tantangan sih untuk kami menggabungkan tren," kata mereka dalam konferensi pers, Minggu (28/10).
Koleksi Natalia Kiantoro
Menghadirkan lebih dari 20 look di atas runway. Didominasi warna hitam, biru dongker, hijau lumut, serta terakota. Koleksi pertama muncul dengan jumpsuit yang edgy.
Lalu dilanjutkan dengan rok dan atasan warna hitam serta biru dongker. Hadir pula celana biru dongker dan atasan hijau lumut. Rata-rata cela 7/8 dan 3/4 menjadi pilihan koleksi.
Tak hanya itu, busana edgy juga ditampilkan dalam koleksi busana warna serba putih semi blazer serta celana dan jaket kulit warna hitam. Tak ketinggalan mini dress dan mide dress juga menjadi pilihan.
Untuk tampilan lebih feminin, ada pilihan koleksi lainnya berupa dress satu lengan. Dan hampir seluruhnya didominasi dengan bahan organza dan brocade.
2. PVRA
Photo
Sandal koleksi PVRA di JFW 2020. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
PVRA selalu konsisten dengan bahan payet dan manik-manik. Didirikan pada April 2015, PVRA didirikan oleh Kara Nugroho dan Putri Katianda. Nama PVRA adalah nama pendek dari nama panggilan mereka, Putri dan Kara. Fokus sandal manik-manik menjadi khas mereka.
Sandal buatan tangan itu dipadukan dengan kulit pilihan tangan dan pengaturan manik-manik tiga dimensi. Pada ajang JFW 2020, koleksi PVRA yang ditampilkan lebih menonjolkan manil-manik 2-4 layer di seluruh sisi sandal dan sepatu. Total sepatu dan sandal yang ditampilkan sekitar 16 koleksi.
Sedangkan pilihan alas kaki yang ditawarkan terdiri dari sandal, sepatu sandal dengan tali samping dan belakang, serta sepatu dengan heels sekitar 3-5 centimeter. Ada pula sepatu dengan bahan velvet. Manik-manik yang ditawarkan didominasi dengan warna biru dongker, terakota, rose, oranye dan cokelat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
