
Nikmati art tak harus ke Galery. Salah seorang pengunjung sedang menikmati karya Abenk Alter di Cafe Rucy Art Space yang punya konsep cafe digabung dengan ruang pameran ART dilantai yang berbeda.
JawaPos.com - Menikmati karya seni di art gallery sudah biasa. Namun, bagaimana rasanya kalau menyaksikan karya seni di kedai kopi? Tentu, lebih seru. Sambil ngopi, Anda bisa menikmati seni. Penasaran?
---
DULU, kedai kopi hanya menjadi tempat singgah bagi orang yang ingin menyeruput kopi. Kini, fungsi kedai kopi berkembang menjadi tempat pertunjukan seni. Di Jakarta, salah satu kedai kopi yang aktif menampilkan pertunjukan seni adalah Kedai Kopi Kalyan.
Marketing Manager Kedai Kopi Kalyan Noi Hasibuan menyebutkan, para pelaku seni bisa menggelar pameran di kedai secara bebas alias tidak dipungut biaya. Namun, dengan catatan, ide yang diusung dalam pamerannya tidak berkonten SARA. ’’Kedai Kopi Kalyan ada Rumah Seniman. Biasanya, yang dipakai untuk pameran, ya di Rumah Seniman itu,’’ terangnya.
Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, itu menerangkan bahwa Rumah Seniman didirikan pada Oktober 2016. Sebagai project manager, Noi bersyukur banyak pelaku seni yang antusias dengan kehadiran Rumah Seniman. Seiring waktu berjalan, Rumah Seniman bertransformasi menjadi wadah bagi para pelaku seni baru. Karena itu, jadwal pameran hampir tak pernah kosong.
Maharani Subekti adalah salah seorang pelanggan setia Kedai Kopi Kalyan. Setiap weekend, dia killing time bareng teman-temannya mulai sore hingga malam. Sebelumnya, mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta itu tidak tahu ada pameran karya seni rupa lukisan di Kedai Kopi Kalyan. ’’Tapi, Kopi Kalyan memang sering sih mengadakan pameran gitu. Dan, basically, aku sendiri suka seni,’’ ucap dara kelahiran Jakarta tersebut.
Menurut dia, kehadiran karya seni di sebuah kedai kopi menjadi daya tarik baru. Baik bagi penikmat kopi maupun seni. Keduanya dipertemukan di lokasi yang sama. ’’Itu sungguh asyik. Beneran,’’ paparnya.
Selain memberikan wawasan baru tentang seni, kehadiran seni di kedai kopi membuat feed Instagram-nya semakin beragam. Dia tidak perlu ke museum atau art gallery. Cukup ke kedai kopi, dia bisa menyaksikan pameran sambil makan dan minum.
Fenomena kehadiran pameran di kedai kopi ditanggapi beberapa pihak. Salah satunya, seniman dan pengajar di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) Zusfa Roihan. Dia menilai, konsep galeri seni di Indonesia berkembang dengan beberapa infrastruktur pendukung. Misalnya, kafe dan coffee shop.
’’Kafe atau coffee shop menangkap fenomena itu dengan tidak hanya lewat desain ruang yang menarik. Mereka juga memberikan akses lebih untuk karya dan aktivitas seni rupa,’’ katanya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
