Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Januari 2019 | 16.05 WIB

Ini Alasan Baby Led Weaning Belum Dianjurkan Menurut Aspek WHO

Baby led weaning dilakukan sebagai pendamping mpasi. - Image

Baby led weaning dilakukan sebagai pendamping mpasi.

JawaPos.com - Baby Led Weaning (BLW) dianggap menjadi metode yang modern untuk mengenalkan makanan pada bayi serta bisa meningkatkan motorik anak. Sehingga mom zaman now biasanya menggunakan baby led weaning bersamaan dengan mpasi.


Ternyata metode BLW masih belum dianjurkan bahkan belum memenuhi syarat dari 4 aspek rekomendasi MPASI WHO. Empat aspek tersebut meliputi tepat waktu, zat gizi cukup, aman, dan responsif feeding.


Berikut alasan Baby Led Weaning tidak memenuhi 4 syarat kesehatan MPASI WHO.


1. Tepat Waktu


Seringnya Baby Led Weaning dimulai sejak usia bayi 6 bulan. Padahal usia 6 bulan bayi itu baru saja belajar duduk dan lehernya baru tegak. Maka dari segi kesiapan fisik dan postur bayi tidak siap jika dipaksakan untuk memegang makanan. Kemudian dari kemampuan motorik kasarnya belum bisa memegang dengan baik karena postur tubuhnya belum stabil, sementara ia harus memegang makanan dan memasukkannya ke mulut.


"Kadang usia 8 bulan saja makanannya nyasar ke kepala telinga. Jadi BLW pada usia 6 bulan itu belum sesuai dengan perkembangan kematangan bayi," kata dr. Klara Yuliarti, SpA(K), dokter spesialis kesehatan anak, ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (18/1).


Kekhawatiran lainnya yaitu ketidaksiapan mengatur nafas juga mungkin akan membuat bayi bisa tersedak. Dari sisi mengunyah, pada saat usia 6 bulan biasanya ia masih hanya bisa menelan tekstur cair.


Butuh waktu jika mereka harus mengonsumsi makanan padat. Tentunya tidak bisa langsung begitu saja diberikan potongan makanan.


2. Zat Gizi Cukup


Zat gizi dikatakan cukup ketika ASI dan MPASI sudah saling melengkapi. Karena MPASI memberikan kebutuhan nutrisi seperti protein, zat besi, seng, vitamin A, lemak. Masalahnya makanan Baby Led Weaning seringkali berasal dari buah-buahan karena lebih praktis dan lebih mudah. Sedangkan buah-buahan dan sayuran hanya mengandung air, gula, dan serat saja.


"Jadi proteinnya dari mana kalau brokoli, potongan wortel, kentang, kan prinsipnya harus bisa dipegang, yang paling ideal itu kan berbentuk kuntum dia bisa pegang kayak labu. Jadi tidak ada nilai gizi untuk melengkapi si ASI," ujar dr. Klara Yuliarti, SpA(K)


Beberapa penelitian sudah menunjukkan anak yang melakukan metode makan dengan Baby Led Weaning atau BLW ini justru menjadi kurang gizi. Sehingga kenaikan berat badannya berkurang.


"BLW yang pure disuruh pilih makanan dan megang makanan sendiri dan no spoon at all tidak ada sendok sama sekali itu tidak direkomendasikan," katanya. Dianjurkan untuk tetap memberi makanan utama yang dilumatkan sehingga orang tua dapat mengkombinasikan gizi yang lengkap.


3. Aman


Keamanan menjadi salah satu hal yang penting sehingga orang tua perlu memantau makanan yang masuk. Termasuk metode Baby Led Weaning ini memiliki risiko tersedak yang sangat besar sehingga bisa membahayakan jalur pernafasan bayi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore