Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 April 2018, 16.55 WIB

Desainer Sofia Sari Dewi Hadirkan Balutan Modern Lewat Tenun Ikat NTT

Koleksi Sofia Sari Dewi di panggung ARCHIPELAGO X by KOPPIKON di IFW 2018, Sabtu (31/3) - Image

Koleksi Sofia Sari Dewi di panggung ARCHIPELAGO X by KOPPIKON di IFW 2018, Sabtu (31/3)

JawaPos.com - Selain batik, tenun ikat merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya sebatas kain panjang yang digunakan untuk ritual adat, tapi tenun ikat telah bertransformasi ke dalam pakaian ready to wear modern yang nyaman dipakai oleh siapa pun.


Salah satu desainer etnik yang menyulap tenun ikat ke dalam gaya kekinian adalah Sofia Sari Dewi. Desainer asal Jogjakarta tersebut menggunakan material dasar tenun ikat khas Ngada, Flores, NTT ke dalam mix and match modern ala wanita urban pada gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, Sabtu (31/3).


"Kali ini aku bekerja sama dengan pengrajin lokal asal Ngada, di NTT untuk membuat lini fashion terbaru yang bertema 'Urban TransforMANU by Live in ManuManu'. Aku memilih tenun ikat dengan corak warna yang anti-mainstream dan waktu itu melihat tenun Ngada ini langsung jatuh cinta," ungkap Sofia kepada JawaPos.com di JCC.


Sentuhan etnik yang khas tersebut berpadu dengan bahan-bahan seperti katun dan linen satin dalam berbagai gaya yang fashionable. Gaya kekinian tersebut mencakup kombinasi sarong dengan atasan off shoulder, setelan kimono dengan celana over size, dan loose yang digabungkan dengan outer panjang.


Uniknya, pakaian ready to wear tersebut semakin eye catching dengan penambahan aksesoris seperti syal, kain selendang, topi rajutan ala petani, dan sandal etnik tradisional khas NTT.


Melalui siluet warna eksotik indigo deep blue sea yang mencakup biru pastel, putih, dan nila, koleksi Sofia sangat cocok digunakan oleh kalangan urban ibu kota dan social enterprise yang selalu aktif dalam berbagai momen.


"Proses produksi kain memakan waktu 4 bulan lebih karena kita menggunakan pewarnaan alami. Mulai dari pembibitan, penanaman kebun Indigo, pembuatan motif, pencelupan, hingga proses tenun itu sendiri hingga jadi kain tenun yang cantik betul-betul kita perhatikan," tambahnya.


Kehadiran perancang mode yang juga dikenal sebagai lifestyle blogger di panggung IFW tersebut, tidak terlepas dari peran IKKON (Inovasi Kolaborasi Nusantara) yakni sebuah komunitas desainer muda berbakat binaan BEKRAF. Komunitas tersebut dibentuk untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore