
Didiet Maulana
JawaPos.com - Bukan hanya sekedar cantik, wastra Indonesia juga memiliki nilai yang kaya akan filosofi dibalik pembuatannya yang unik. Mengingat rumitnya pembuatan kain tradisional, diperlukan langkah-langkah khusus agar kain tidak rusak.
Salah satu wastra Indonesia yang saat ini sedang digemari masyarakat adalah tenun, termasuk dari Sumba. Desainer sekaligus Founder IKAT Indonesia, Didiet Maulana, berbagi tips untuk merawat kain tenun khas Sumba. Baginya, memperlakukan kain tradisional dengan layak, sama saja menghargai jerih payah para pengrajin.
Untuk kain tenun Sumba sendiri, Didiet mengakui prosesnya sangat panjang. Apalagi menggunakan pewarna alam yang prosesnya harus dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan.
"Misalnya, warna merah diperoleh dari akar kombu atau pohon mengkudu, dan warna hitam diperoleh dari penggunaan lumpur. Pewarnaan dilakukan rata-rata tiga sampai empat kali dan maksimal enam kali," Paparnya pada JawaPos.com di bilangan Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sehingga, harus ada perawatan khusus untuk menjaga kain tenun khas Sumba.
1. Tidak Perlu Sering Dicuci, Cukup Dianginkan Saja
Tenun sumba habis dipakai tidak harus dicuci, diangin-anginkan saja, untuk menjaga kecerahan warna dan bahannya.
2. Jangan Terkena Sinar Matahari Langsung
Jangan sampai kena sinar matahari langsung saat menjemur agar warna tidak pudar.
3. Jika Terpaksa Mencuci, Cuci dengan Air Garam
Kebanyakan Tenun Sumba berasal dari pewarna alami, semakin dicuci semakin bagus menurut mereka (pengrajin). Tapi biasanya kain tenun dicuci di laut. Jadi kalau memang terpaksa harus cuci, gunakan air garam.
4. Gunakan Silica Gel di Lemari Penyimpanan Kain
Kain Sumba benangnya khas, dari benang kapas. Lain daerah akan berbeda untuk penyucian kain tenun. Tapi kalau penyimpanan sama. Setelah kain kering, kemudian ditekuk, simpan di lemari. "kita bisa pakai silica gel yang di dalam kertas biasanya, lalu kita sebarkan agar udara tetap kering dan mencegah jamur atau ngengat. Nanti setiap sebulan sekali baru dikeluarkan untuk diangin-anginkan baru disimpan lagi," ujar Didiet.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
