Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Mei 2017 | 02.56 WIB

Simple and Light ala Desainer Yosafat

PERDANA: Dari kiri, Ellysabeth Suciadi, Anastasia, dan Agripina Belinda mengenakan busana desainer Yosafat Dwi Kurniawan asal Jakarta dalam trunk show Sabtu (27/5) di The Consulate Surabaya. - Image

PERDANA: Dari kiri, Ellysabeth Suciadi, Anastasia, dan Agripina Belinda mengenakan busana desainer Yosafat Dwi Kurniawan asal Jakarta dalam trunk show Sabtu (27/5) di The Consulate Surabaya.


JawaPos.com – Sejumlah gaun terpajang rapi di salah satu ruang The Consulate. Pengunjung tampak ramai melihat koleksi-koleksi gaun karya Yosafat Dwi Kurniawan.



”Ini kali pertama saya ke Surabaya,” tutur Yosafat saat ditemui dalam acara Trunk Show and Soiree koleksi bajunya, Sabtu (27/5). Ada sekitar 27 baju yang hari itu dia bawa. ”Hari ini nggak bawa tema khusus. Memang sengaja cuma mau mengenalkan desain kami, in general,” lanjutnya.



Meski demikian, ada sembilan koleksi gaun baru yang dia bawa dengan mengusung tema evening dan cocktail dress. Gaun-gaun itu sengaja dia buat simpleandlight untuk memberikan ide baru kepada prempuan di Surabaya yang cenderung menyukai pakaian yang bling-bling. Meski demikian, sejumlah payet tetap terpasang rapi di beberapa bagian untuk mendapatkan kesan glamor.



”Akan sangat senang kalau kita bisa purpose idea. Tapi, orang Surabaya sekarang sudah bisa menerima style yang simpel,” tutur lelaki asli Pekalongan tersebut. Karena itu, bahan yang dipilih cenderung ringan, namun struktural.



Selain itu, warna yang dipilih Yosafat lebih ke arah gelap, seperti merah marun dan hitam. ”Karena bagi saya, gelap itu melangsingkan. Kan perempuan suka kalau terlihat langsing,” imbuhnya. Selain itu, warna gelap terlihat empowering.



Untuk potongannya, Yosafat memang tidak menggunakan satu mode saja. Mulai mermaid, flare, hingga lurus, semua muncul dalam koleksinya kali ini. Sebagai desainer ready-to-wear, dia memang tidak boleh terpaku pada satu potongan saja.



Kain yang dia gunakan pun bervariasi. Sifon, lurex, tile, termasuk mikado yang sering digunakan untuk gaun pengantin. ”Saya tidak mau mengotak-ngotakkan. Bagi saya, desain itu fun dan exploration. Jadi, harus saya olah,” lanjut Yosafat. Feedback dari pelanggan dan modelnya menjadi salah satu poin penting baginya untuk bisa mengembangkan karya.



Meski tidak memiliki ciri khusus dalam bentuk potongan, hampir semua koleksi Yosafat adalah fitted body. ”Fit baju merupakan elemen paling penting bagi saya. Kalau baju sudah fit, model kurang sesuai jadi tidak masalah. Pokoknya, feel di badan itu ada,” tegasnya. (dwi/c6/jan)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore