
PERDANA: Dari kiri, Ellysabeth Suciadi, Anastasia, dan Agripina Belinda mengenakan busana desainer Yosafat Dwi Kurniawan asal Jakarta dalam trunk show Sabtu (27/5) di The Consulate Surabaya.
JawaPos.com – Sejumlah gaun terpajang rapi di salah satu ruang The Consulate. Pengunjung tampak ramai melihat koleksi-koleksi gaun karya Yosafat Dwi Kurniawan.
”Ini kali pertama saya ke Surabaya,” tutur Yosafat saat ditemui dalam acara Trunk Show and Soiree koleksi bajunya, Sabtu (27/5). Ada sekitar 27 baju yang hari itu dia bawa. ”Hari ini nggak bawa tema khusus. Memang sengaja cuma mau mengenalkan desain kami, in general,” lanjutnya.
Meski demikian, ada sembilan koleksi gaun baru yang dia bawa dengan mengusung tema evening dan cocktail dress. Gaun-gaun itu sengaja dia buat simpleandlight untuk memberikan ide baru kepada prempuan di Surabaya yang cenderung menyukai pakaian yang bling-bling. Meski demikian, sejumlah payet tetap terpasang rapi di beberapa bagian untuk mendapatkan kesan glamor.
”Akan sangat senang kalau kita bisa purpose idea. Tapi, orang Surabaya sekarang sudah bisa menerima style yang simpel,” tutur lelaki asli Pekalongan tersebut. Karena itu, bahan yang dipilih cenderung ringan, namun struktural.
Selain itu, warna yang dipilih Yosafat lebih ke arah gelap, seperti merah marun dan hitam. ”Karena bagi saya, gelap itu melangsingkan. Kan perempuan suka kalau terlihat langsing,” imbuhnya. Selain itu, warna gelap terlihat empowering.
Untuk potongannya, Yosafat memang tidak menggunakan satu mode saja. Mulai mermaid, flare, hingga lurus, semua muncul dalam koleksinya kali ini. Sebagai desainer ready-to-wear, dia memang tidak boleh terpaku pada satu potongan saja.
Kain yang dia gunakan pun bervariasi. Sifon, lurex, tile, termasuk mikado yang sering digunakan untuk gaun pengantin. ”Saya tidak mau mengotak-ngotakkan. Bagi saya, desain itu fun dan exploration. Jadi, harus saya olah,” lanjut Yosafat. Feedback dari pelanggan dan modelnya menjadi salah satu poin penting baginya untuk bisa mengembangkan karya.
Meski tidak memiliki ciri khusus dalam bentuk potongan, hampir semua koleksi Yosafat adalah fitted body. ”Fit baju merupakan elemen paling penting bagi saya. Kalau baju sudah fit, model kurang sesuai jadi tidak masalah. Pokoknya, feel di badan itu ada,” tegasnya. (dwi/c6/jan)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
