
TEMAN BERCENGKERAMA: Dari kiri, Irene Sugiarto, Christina Puspasari, Sandy Souwardi, Jamal El Lail, dan Yenny Setiawati menikmati wine Sabtu (13/5) diiringi musik jazz di Pakuwon Mall Surabaya.
JawaPos.com – Menikmati wine belakangan kian menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban. Wine menjadi teman yang mengasyikkan sembari ngobrol. Beraneka kudapan ikut mendampingi. Iringan musik jazz membuat kaki bergoyang ringan. Suasana itu terlihat di Food Society Pakuwon Mall Sabtu (13/5).
Kombinasi permainan alat musik drum, bas, gitar, dan keyboard menghadirkan lagu berjudul The Girl from Ipanema. Iramanya teratur, lantas semakin nge-beat pada bagian tengah lagu. Penikmat wine semakin larut dalam suasana yang nyaman. Lagu selanjutnya For Once in My Life. Ada sekitar 28 lagu jazz bertema Latin yang dimainkan grup dari Komunitas Arek Jazz Surabaya.
”Latin jazz itu lagunya buat semangat para pendengarnya,” jelas Yudy Barlean, pendiri Komunitas Arek Jazz Surabaya. Tema tersebut cocok untuk menemani penikmat wine. Apalagi Sabtu malam, saat bercengkerama dengan pasangan maupun keluarga.
Dia menjelaskan, jazz memiliki banyak varian. ”Penyukanya semakin banyak. Anak muda hingga senior,” ujarnya. Jenis-jenis tersebut dapat disesuaikan dengan tema acara. Misalnya tadi malam, Latin jazz dipilih untuk menjadi teman setia dalam menikmati wine. ”Bisa juga dengan fusion jazz,” katanya.
Sembari mendengarkan jazz, pencinta wine dimanjakan dengan suasana rustic. Meja dan kursi kayu berpadu dengan dekorasi ala taman di sekitar panggung. Cahaya kuning lampu-lampu menyempurnakan suasana.
Christina Puspasari bersama tiga temannya asyik menikmati wine sembari ngemil berbagai macam makanan ringan. Tiga kawan Christina itu adalah Irene Sugiarto, Yenny Setiawan, serta Jamal El Lail. Red wine menjadi pilihan mereka. ”Saya suka minum wine. Sesudahnya, pikiran lebih rileks,” ungkap Christina.
Tempat, menurut Christina, menjadi pilihan penting saat menikmati wine. Selain itu, suasana dapat mendukung kenikmatan saat minum anggur. ”Makanannya dapat disesuaikan. Red wine ini lebih cocok dengan daging atau steak,” katanya.
Mereka larut dalam suasana sambil ngobrol-ngobrol akrab. ”Ngomongin apa aja cocok dengan wine,” tambah Irene. Dia memang suka menghabiskan waktu dengan minum wine bersama teman-temannya. Kalau minum anggur ramai-ramai, lanjut dia, lebih terasa keseruannya.
Sementara itu, Marketing Manager Pakuwon Mall Surabaya Dian Apriliana Dewi menerangkan, event Jazz & Wine berlangsung hingga Minggu, 21 Mei 2017. Dia ingin memperkenalkan wine kepada masyarakat urban. ”Banyak jenisnya dan harganya bervariasi, dapat disesuaikan selera,” ungkap Dian.
Minum wine menjadi pilihan masyarakat untuk menenangkan pikiran. Karena itulah, musik jazz dirasa cocok untuk menyempurnakan suasana rileks tersebut. (bri/c11/nda)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
