Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Maret 2017 | 00.49 WIB

Sale Stock Punya Cara Jitu Bikin Produk Fesyen Tak Mahal

CEO Sale Stock Indonesia, Lingga Madu - Image

CEO Sale Stock Indonesia, Lingga Madu

JawaPos.com - Mahalnya harga fesyen di pusat perbelanjaan membuat konsumen berpikir dua kali untuk membeli. Apalagi, bahan dan model fesyen tersebut tak sebanding dengan harga jual.

CEO Sale Stock Indonesia, Lingga Madu, mengatakan, mahalnya harga pakaian tersebut, karena mereka memasukkan harga risk buffer (biaya antisipasi pakaian tak laku). Harga risk buffer tersebut dimasukkan ke dalam harga jual fesyen, karena mereka memproduksi fesyen tanpa menganalisa pasar terlebih dahulu. Sehingga resiko fesyen tak terbeli oleh konsumen cukup tinggi.

Cara tersebut terlihat ketika mereka mempromosikan produk terbaru atau new arrival. Umumnya ada 10 jenis produk yang dilempar ke konsumen. Mereka membuat 10 item tersebut, karena tidak tahu item yang diminati konsumen. Saat peluncuran produk baru itu, mereka mematok harga mahal.

Padahal ongkos produksi fesyen tersebut jauh lebih rendah dari harga jual. Kemudian agar fesyen itu laku, maka diberlakukanlah harga diskon. Mulai dari 20 persen hingga 70 persen. Jika tak laku juga, maka produk fesyen tersebut harus diputihkan.

"Itulah yang disebut risk buffer dan membuat harga pakaian menjadi mahal. Perlu diketahui juga bahwa biaya paling tinggi untuk membuat pakaian adalah risk buffer. Kedua adalah beli bahan dan menjahit," kata Lingga kepada JawaPos.com, Selasa (21/3).

Lingga menjelaskan, keprihatinannya atas fenomena tersebut membuatnya mendirikan Sale Stock Indonesia dengan tagline harga jujur. Hal itu dilakukannya, karena ia tidak memasukkan harga risk buffer ke dalam harga jual produk pakaiannya. Hal tersebut dapat dilakukannya, karena ia memproduksi produk pakaian sesuai dengan keinginan pasar.

Diaa dapat melakukan hal itu dengan bantuan komputer yang bisa berpikir. Dengan komputer tersebut, Lingga tidak perlu memberlakukan diskon, agar laku terjual.

"Inilah perbedaan mendasar kami dengan pelaku fesyen kebanyakan. Dengan harga murah, maka masyarakat di daerah terpencil dapat bergaya dengan pakaian berkualitas," tandas Lingga.

Lingga menyatakan, melalui komputer yang bisa berpikir itu, pihaknya dapat meluncurkan 200 model setiap pekan. 200 model itu pun langsung terjual. Hal itu terjadi, selain karena harga murah dan produknya berkualitas, dia pun memberikan kepercayaan kepada pembeli dengan memfoto langsung produk tersebut di studio yang telah disediakan. Kebijakan itu membuat produk fesyen yang di foto sama dengan warna dan bentuk aslinya.

"Pemasaran kami di luar Jawa sudah mencapai 57 persen. Stok yang kami sediakan untuk sista (konsumen) itu sebanyak 20.000 jenis. Ini dapat kami lalukan, karena kami mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," ujarnya. (cr1/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore