Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 02.17 WIB

Gaun Pengantin Sederhana, Tetap Eksklusif

SENYUM: Oky Yudistari (kiri), model pengantin tradisional Sunda. - Image

SENYUM: Oky Yudistari (kiri), model pengantin tradisional Sunda.

JawaPos.comTren gaun pengantin tahun ini diperkirakan tidak berubah. Gaun yang sederhana tapi menonjolkan kesan eksklusif tetap disukai. ’’Tren tahun ini banyak dipengaruhi minat anak muda yang cenderung simpel,’’ ujar professional make-up artist (MUA) Yohanes Soelarso.


Hal tersebut diungkapkan ketika lomba tata rias pengantin 2017 di Ruang Mandala Bhakti Praja Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selasa (31/1). Lomba yang diselenggarakan Himpunan Ahli Rias Indonesia (HARPI) Melati Gresik itu melibatkan 400 penata rias dari berbagai daerah. Yakni, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Surabaya, dan Gresik.


Kalaupun ada perubahan, kata Yohanes, hanya pada model hijab. Tahun lalu banyak yang suka model hijab menggunung. ’’Sekarang lebih tipis,’’ terang lelaki yang tinggal di Sidoarjo tersebut.


Selain itu, penggunaan aksesori bunga dan perhiasan pada gaun menjadi lebih sedikit. Namun tidak mengurangi kesan elegan dari tampilan busana. ’’Untuk warna, disesuaikan dengan bajunya. Yang penting aplikasinya benar, pasti menarik,’’ jelasnya. ’’Paling banyak diminati warna gold,’’ imbuhnya.


Yohanes menyatakan, hal yang paling sulit adalah membuat eye shadow. Terutama membuat gradasi warna bagi pemula. ’’Memang butuh jam terbang ya. Jadi, harus rajin berlatih,’’ katanya.


Untuk make-up, Yohanes berpendapat bahwa jenis flawless menjadi tren tahun ini. Hal itu disesuaikan dengan tren busana yang juga simpel dan sederhana. ’’Tahun lalu banyak permainan warna,’’ ucapnya.


Ketua DPC HARPI Gresik Nurul Fajeri menjelaskan, lomba tersebut diadakan untuk meningkatkan skill penata rias. Sebab, yang mengikuti lomba tidak hanya profesional, tapi juga pemula dan beberapa calon perias. ’’Untuk meningkatkan wawasan juga,’’ katanya.


Nurul mengungkapkan, tren gaun pengantin tahun ini memang cenderung sederhana. Namun, kesan elegan dan mewah tetap dimunculkan. ’’Hampir semua jenis gaun pengantin mengalami tren yang sama. Mulai gaun pengantin Solo, Jogja, Sunda, Jawa, maupun muslim modifikasi,’’ paparnya.



Nurul menilai antusiasme peserta lomba cukup tinggi. Mulai anak SMA, remaja, hingga para perias yang punya jam terbang tinggi. ’’Jadi, bisa memberikan motivasi kepada para pemula,’’ tutur perempuan yang juga juri lomba itu. (adi/yad/c22/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore