
Desainer Harry Darsono
JawaPos.com - Tren busana muslim di tanah air berkembang pesat. Begitu banyak desainer baru bermunculan memberikan pilihan koleksi yang beragam. Jika dibandingkan era tahun 1970an, seseorang memakai busana muslim masih dianggap kuno dan kaku.
Desainer Senior Harry Darsono pun sempat mengalami perjuangan untuk membesarkan busana muslim. Ketika tahun 1970an dia membuatkan busana muslim, Harry justru dipandang sebelah mata. Memakai kerudung saat itu, terkesan kaku dan tidak gaya.
"Saya dulu perkenalkan busana muslim yang pertama. Wah banyak kritikan dipandang sebelah mata. Kok busana dikasih agama nanti ada busana Budha, Hindu, Katolik dan lain-lain," ungkapnya di sela-sela Indonesian Arts Exhibition di Jababeka Convention Center (JCC) Cikarang, Rabu (17/1).
Saat itu, Harry hanya bisa diam saja. Sampai pada tahun 1975, dia mendesain busana muslim untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dan istri ketika akan berangkat haji.
"Mereka mau naik haji saat itu maka ingin meminta saya membuatkan desain busana muslim yang praktis buat kerja bisa dan buat sehari-hari bisa. Akhirnya saat itu dipuji, dan yang dulu mencemooh saya malah jualan hijab sekarang," tukasnya tertawa.
Menurutnya, ciri khas modest wear tanah air memiliki karakteristik busana yang simple, cantik, dan rapi. Indonesia lebih bermain di skala Ready to Wear atau Daily Wear untuk busana sehari-hari.
"Dibandingkan negeri sebelah kita menang. Apalagi dibandingkan Timur Tengah ribet. Terlalu berat banyak ornamen," jelas perancang gaun Lady Diana itu.
Untuk tips padu padan, modest wear saat ini menurutnya bisa dipadukan dengan banyak jenis busana dari mulai denim, kaos, tunik, dress panjang, outer, dan lainnya. Sayangnya, dia mengkritik untuk warna modest wear masih kurang berani.
"Nah desain kita masih miskin warna. Padahal Indonesia ini kan kaya warna. Tunjukkan dong kita terdiri dari berbagai macam budaya agama dan suku serta akulturasi lainnya," papar Harry.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
