
APIK: Erma Lailatus (kiri) dan Siti Mukaromah mengenakan long dress dengan variasi songket.
JawaPos.com – Tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa dimanfaatkan sebagai variasi atau aksen pada long dress maupun kaftan. Bahkan bisa menambah sisi elegan dalam kesan etnik khas Nusantara.
Nur Eka Sulistyowati, perancang baju di Kota Giri, pun mengaplikasikan kain tenun dalam dress buatannya. Dia memilih kain satin jenis hermes yang glossy, namun tidak licin.
’’Kain satin itu tebal. Jadi, tidak perlu didobeli dengan menggunakan kain furing,’’ jelasnya. Selain itu, satin tersebut tidak terlalu mengilap serta tidak mudah kusut.
Dalam rancangan baju kaftan yang longgar, ibu dua anak itu menyelipkan kain tenun di bagian dada dan pergelangan tangan.
’’Aksen tersebut saya buat dari lebihan sarung tenun yang biasa saya pakai untuk baju supaya tidak terbuang. Sebab, harga tenun asli NTT tidak murah,’’ katanya.
Desainer yang sudah menetap di Gresik selama 20 tahun itu membentuk bagian ujung pergelangan menjadi ban tangan dengan tambahan tiga garis kancing yang bisa disetel sesuai dengan ukuran pergelangan tangan.
’’Biar bisa dipakai yang bertangan kecil dan besar. All size lah,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam rancangan long dress hitamnya, Nur Eka menerapkan umbrella cutting atau potongan gaun seperti payung. Yakni, bagian bawah longgar, namun bagian atasnya rapat.
’’Yang long dress itu tampak seperti gaun princess. Sebab, bagian bawahnya lebar,’’ ucapnya. Aksen tenun dijahit di bagian atas di sisi tengah baju secara vertikal.
Bedanya, long dress tersebut dilengkapi belt yang dibuat full dari tenun yang bisa dilepas. Nur Eka menuturkan, kaftan dan long dress itu cantik dikenakan untuk segala usia. Tak terkecuali anak-anak muda.
Sebab, dia tidak menggunakan material payet yang berlebihan. Dengan tambahan aksen tenun saja, sisi elegan sudah otomatis terpancar.
Untuk lebih melengkapi tampilan yang terkesan etnik tersebut, Nur Eka juga menyiapkan tas dan sepatu bot serta wedges. Semua item itu juga beraksen tenun. (hay/c5/ai/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
