
Ilustrasi belanja online menjelang libur akhir tahun.
JawaPos.com – Jakarta, Di tengah berbagai opsi pembayaran untuk transaksi belanja online, platform dagang elektronik masih menyediakan metode pembayaran tunai secara fisik, alias cash on delivery (COD).
Pada metode COD, konsumen membayar langsung kepada kurir ketika barang diantar. Ketika metode pembayaran belanja online semakin beragam, relevansi COD dipertanyakan apakah metode itu masih diperlukan jika opsi pembayaran lewat dompet digital atau minimarket sudah tersedia.
Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo, saat bertemu wartawan di Jakarta, Jumat, mengatakan metode COD masih diperlukan sampai sekarang karena masih ada masyarakat yang belum memiliki akun perbankan yang perlu diberi kesempatan untuk berbelanja secara online.
"Mereka bisa berbelanja online tanpa harus punya kartu kredit," kata Ferry, dikutip dari Antara (16/12).
Bagi mereka, jika penggunaan metode COD bisa berkurang, akan berdampak baik, namun, jika tidak pun bukan masalah. Metode COD tercipta pada masa awal berbelanja online diperkenalkan kepada masyarakat.
Ketika itu, masyarakat belum memiliki kepercayaan berbelanja secara online, apakah barang akan betul-betul diantar. Agar aman, platform menyediakan metode COD sehingga masyarakat bisa membayar ketika barang sudah diantar ke rumah.
Pada perkembangannya, metode COD memang memiliki kelemahan, yaitu jika konsumen tidak ada di rumah, maka transaksi gagal dan kurir harus kembali lagi keesokan hari.
Tapi, metode COD juga bisa menjadi cara edukasi kepada masyarakat tentang belanja online. Dalam hal ini platform harus membekali kurir dengan pengetahuan dasar COD supaya mereka bisa meneruskan kepada pembeli.
Salah satu informasi dasar soal COD, misalnya, konsumen harus membayar belanjaan, setelah itu baru membuka paket dan bukan sebaliknya. Jika barang tidak sesuai, maka konsumen harus mengajukan protes ke penjual, bukan ke kurir.
Lazada memiliki sistem untuk menilai kebiasaan COD pengguna. Jika akun pengguna terdeteksi sering gagal COD, misalnya jarang ada di rumah, maka platform bisa saja menghapus opsi COD untuk pengguna itu dan menyarankannya menggunakan metode pembayaran lain. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
