
Ilustrasi. (Nina/Jawa Pos)
Tidak ada yang senang ditegur di depan orang lain. Dekati, lalu ajak mengobrol secara personal. Beri tahu secara perlahan dan berikan solusi. Jadikan sesi itu rahasia berdua.
---
MENYAMPAIKAN teguran dalam kategori mengkritik, mengingatkan, atau menasihati terkadang menjadi tantangan tersendiri. Kita harus melihat konteks, kondisi, serta orang yang akan ditegur. Jika tidak, teguran yang niat awalnya baik bisa menyakiti hati dan malah membuat hubungan renggang, bahkan bersitegang.
Bangun Suasana Luwes
Dalam menyampaikan teguran, tidak ada pemilihan kata-kata yang khusus. Yang paling penting adalah menciptakan suasana. Bangunlah suasana seinformal mungkin. Saat kita dalam situasi informal, luwes seperti ngobrol sambil bergurau atau ngopi bersama, orang akan lebih mudah menerima teguran tersebut.
Sampaikan teguran dengan perlahan saat sedang mengobrol berdua dan dengan nada bicara yang tidak memojokkan atau menyalahkan. Apalagi jika menyangkut hal yang sangat kritikal. Biasanya orang akan sulit menerimanya. Misalnya, menegur teman yang memiliki bau badan menyengat. Terkadang ada yang tidak sadar jika bau badannya mengganggu. Kita juga bisa menegurnya dengan menawarkan deodoran untuk membantu menghilangkan bau badan.
Face-to-Face, Tidak di Depan Umum
Dalam konteks perusahaan, kita sebut teguran itu feedback. Atasan, rekan kerja, ataupun bawahan, siapa pun yang memberikan feedback harus memberitahukan juga baiknya yang mana dan yang belum baik yang mana. Feedback atau teguran itu harus disampaikan berdua. Tidak ada manusia yang suka ditegur di tempat ramai. Maunya privat dan menjadi rahasia.
Di lingkup tempat kerja, misalnya, bisa dilakukan dengan mengundang orang yang akan diberi teguran (feedback) ke pertemuan yang tidak formal. Tanyakan mengapa dia melakukan hal itu. Lalu, sampaikan hal-hal yang kurang baik yang dia lakukan serta memberikan penjelasan bagaimana hal tersebut harus dilakukan. Dengan demikian, teguran dapat diterima dengan lebih efektif. Jadikan sesi pertemuan itu bersifat rahasia antara Anda dan orang tersebut.
Lewat Action dan Pihak Ketiga
Menegur juga bisa dilakukan secara tidak langsung. Baik dengan action maupun perantara pihak ketiga. Opsi itu digunakan apabila tidak ingin membuat keributan di ruang publik atau merasa sungkan menegur orang yang lebih senior atau ber-power. Misalnya, perokok yang merokok di tempat umum bertanda dilarang merokok. Kita bisa memanggil pihak berwenang untuk memperingatkan.
Contoh lain, saat menegur orang yang membuang sampah sembarangan. Karena jabatannya lebih tinggi dan tidak berani menegur, kita bisa mengambil sampah tersebut, kemudian membuangnya di tempat sampah. Orang tersebut akan melihat tindakan kita dan merasa malu apabila mengulanginya. Saat menegur anak-anak juga demikian. Harus dicontohkan dengan tindakan yang benar.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
