
Pengunjung menikmati suasana sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa di Taman Senayan Park, Jakarta Pusat. Jumat (30/4/2021). Sempat dikenal sebagai lokasi nongkrong remaja Jakarta era 70 dan 80-an, kini Taman Ria Senayan resmi berganti konsep menjadi S
JawaPos.com - Semenjak PPKM turun level, pemerintah melonggarkan sejumlah bentuk kegiatan masyarakat. Komunitas-komunitas kembali beraktivitas secara offline. Padahal pandemi belum berakhir.
Salah satu aktivitas masyarakat di tengah pandemi ketika PPKM turun level adalah nongkrong. Nah, bagaimana mengantisipasi kegiatan nongkrong ini tidak menimbulkan risiko tertular Covid-19?
Berikut beberapa tips dari mengurangi risiko nongkrong berdasar diskusi antara Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo dan Journalist Weekend Rider.
Ahmad Sabran, anggota komunitas Journalist Weekend Rider, menuturkan bahwa semenjak pemerintah mulai mengumumkan pelonggaran PPKM, banyak komunitas mulai rutin bertemu secara offline. Tidak bisa dipungkiri bagi sebagian orang, nongkrong menjadi bentuk aktualisasi diri. Kini nongkrong pada masa pandemi berbeda konsep.
Selain menerapkan protokol kesehatan, nongkrong bareng juga harus memberikan kenyamanan baik diri sendiri maupun orang lain. Salah satu contohnya mengurangi kebiasaan merokok. “Untuk bisa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah. Sebab, ada ‘rasa nyaman’ yang diberikan oleh nikotin yang ada dalam rokok," ujar Sabran dalam acara nongkrong virtual KABAR dan Journalist Weekend Rider pada Rabu (6/10).
Sabran berpendapat, untuk menggantikan rasa nyaman dari nikotin bisa menggunakan produk tembakau alternatif. Seperti rokok yang minim asap dan bau. "Tapi harus disadari itumasih mengandung nikotin,” ujar Sabran yang juga jurnalis Warta Kota itu.
Ketua KABAR Ariyo Bimmo menuturkan, tidak ada yang dapat menggantikan kenikmatan pada saat touring dengan komunitas. Hal itu sama dengan mencoba untuk benar-benar berhenti merokok, meski jalan terbaik untuk mengurangi bahayanya adalah tidak merokok sama sekali.
Namun, jika dirasa sulit, solusinya dapat diawali dengan penggunaan produk tembakau alternatif. Contohnya, rokok elektrik atau produk tembakau yang dipanaskan. Dua benda itu dianggap dapat mengurangi risiko kebiasaan merokok.
“Pendekatan harm reduction sebenarnya banyak ditemui di kehidupan sehari-hari. Contohnya, penggunaan produk tembakau alternatif," sebut Ariyo Bimmo.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
