
Ilustrasi
JawaPos.com - Akademisi Universitas Padjajaran Achmad Syawqie menyebut, produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok. Hal itu diketahui berdasarkan kajian ilmiah kampusnya. Penelitian ini juga dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI).
Penelitian ini bertujuan mencari tahu seberapa besar pengaruh penggunaan produk tembakau alternatif jika dibandingkan dengan rokok terhadap potensi genotoksik, salah satunya pada mukosa bukal di rongga mulut.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 15 responden mantan perokok yang telah beralih menggunakan produk tembakau alternatif minimal satu tahun, 20 responden perokok, dan 20 responden non-perokok.
“Hasilnya menunjukkan bahwa pengguna produk tembakau alternatif memiliki potensi genotoksik yang lebih rendah daripada perokok,” kata Syawqie kepada wartawan, Sabtu (4/2).
Syawqie menjelaskan, potensi genotoksik merupakan terjadinya kerusakan genetika yang ditandai dengan perubahaan sel. Dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa jumlah inti sel kecil pengguna produk tembakau alternatif dan non-perokok masuk dalam kategori normal, yang berkisar pada angka 76-85.
Adapun jumlah inti sel kecil perokok aktif masuk dalam kategori tinggi yakni sebanyak 145,1. Jumlah inti sel kecil yang semakin banyak menunjukkan ketidakstabilan sel akibat paparan terhadap senyawa toksik yang merupakan indikator terjadinya kanker di rongga mulut.
“Kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif di dalam negeri harus diperbanyak agar memberikan informasi yang menyeluruh kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan mengenai potensi dan profil risiko dari produk tembakau alternatif,” jelas Syawqie.
Bukti mengenai minimnya risiko dari produk tembakau alternatif juga diungkapkan oleh kajian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad. Penelitian klinis tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana produk tembakau alternatif memberikan dampak bagi pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna rokok elektrk dibandingkan perokok.
Penelitian ini melibatkan 15 responden berusia 18-55 tahun yang dibagi ke dalam tiga kelompok dengan distribusi gender tidak merata. Hasil temuan ini membuktikan bahwa pengguna rokok elektrik yang telah berhenti dari merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi yang dibuktikan dengan peradangan dan pendarahan gusi sama seperti yang dialami oleh non-perokok.
Akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Amaliya, Agus Susanto, serta Jimmy Gunawan juga telah melakukan kajian klinis. Amaliya menjelaskan, penelitian klinis tersebut untuk mengetahui sejauh mana produk tembakau alternatif memberikan dampak bagi pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna vape dibandingkan perokok.
“Hasil temuan ini membuktikan bahwa pengguna rokok elektrik yang telah berhenti kebiasaan merokok menunjukkan perbaikan kualitas gusi, sama seperti yang dialami oleh non-perokok,” ujar dia.
Dengan temuan tersebut, Amaliya berharap semakin banyak akademisi dan peneliti dalam negeri yang melakukan riset ilmiah terhadap produk tembakau alternatif secara komprehensif. Hasil dari kajian tersebut nantinya dapat dijadikan referensi informasi yang akurat. Sebab, masih banyak opini dan informasi yang keliru mengenai produk ini di publik.
“Memang penelitian terhadap produk tembakau alternatif di Indonesia masih terbatas. Saya berharap pemerintah atau institusi yang berwenang mendukung penelitian dan kajian lebih lanjut dari produk tembakau alternatif agar manfaat dari produk ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya perokok dewasa,” tutupnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
