
Perajin memproduksi batik dengan motif khas Bogor seperti Kebun Raya, Rusa, Gunung Salak, Kujang dan lain-lain di workshop batik tradisiku, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2020). Sejak mewabahnya COVID-19, penjualan batik khas Bogor menurun drastis dari se
JawaPos.com - Sektor industri fashion tak luput dari dampak pandemi Covid-19. Begitu juga para perajin kain batik. Mereka harus tetap bertahan di tengah menurunnya kapasitas pembelian karena banyaknya kegiatan yang terbatas untuk meminimalisasi dari penularan virus Korona.
Cerita perjuangan para perajin batik diungkapkan oleh Desainer asal Solo, Jawa Tengah, Tuty Adib. Dia melihat betul nasib para perajin batik yang tetap berjuang di era pandemi.
"Memang tahun ini Hari Batik Nasional berat ya. Menjalaninya di tengah wabah Covid-19. Tentu berpengaruh besar pada para perajin batik," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (2/10).
Dia mencontohkan akibat pandemi memaksa semua aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah. Maka pembelian kain batik pun menurun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
