Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 April 2018 | 02.14 WIB

Enam Langkah Aman Mencukur Cambang Pada Kulit Sensitif

Kumis dan cambang menjadi simbol kelelakian. Namun pria kadang terkendala dalam merawatnya. - Image

Kumis dan cambang menjadi simbol kelelakian. Namun pria kadang terkendala dalam merawatnya.

JawaPos.com - Bagi kaum pria kumis dan bewok merupakan lambang maskulinitas. Namun sebagian pria merasa kurang nyaman dengan bulu-bulu tipis di sekitar wajah. Oleh karena itu mereka rajin membersihkannya.


Namun lebih dari tiga pria mengatakan kulit menjadi memerah dan iritasi setelah mereka mencukur (shaving) cambang atau berewoknya. Seperti dilansir dari mensjournal, beberapa pria memiliki kulit sensitif yang mudah iritasi. Iritasi itu jika terkena pisau cukur, seperti kulit berjerawat, kering dan memerah. Akan tetapi dengan enam kiat ini, pria dapat secara signifikan mengurangi peluang iritasi.


1. Bersihkan Wajah
Semakin halus permukaan silet, semakin sedikit kemungkinan akan terkena iritasi. Sebelum mencukur, bersihkan wajah dengan scrub pengelupas yang lembut seperti Clinique for Men Face Scrub untuk mengangkat kulit mati dan alat cukur silau yang potensial.


2. Gunakan Sikat Yang Lembut
Menggunakan krim cukur ke jenggot dengan cara memijatnya sebenarnya dapat meningkatkan kemungkinan iritasi. Sebaliknya, gunakan sikat badger. Tidak hanya lebih lembut dan mudah dibersihkan, bulu sikat yang halus juga dapat melapisi rambut dengan lebih baik, yang pada gilirannya akan membuatnya lebih mudah untuk dihapus selama bercukur.


3. Lembutkan Bulu Berewok
Semakin lembut bulu, semakin sedikit resistensi yang menempel pada pisau cukur dan semakin mudah penghapusannya. Caranya, komores wajah dengan handuk yang dibasahi air panas selama dua menit sebelum Anda bercukur.


"Ini melembutkan rambut dan melebarkan pori-pori serta membantu pisau potong rambut lebih mudah dan mengurangi iritasi," kata Direktur Dokter Healthcare Transformation San Diego, dr Jeffrey Benabio, MD.


4. Pilih Pisau Cukur yang Tepat
Mencukur akan menyebabkan gesekan pada kulit dan iritasi. Untuk meminimalkan kerusakan dapat dilakukan cara pisau cukur seperti berikut. Pertama, gunakan pisau cukur yang tidak lebih dua atau tiga pisau cukur untuk jenis bulu lurus, dan pisau silet tunggal untuk jenis bulu keriting atau kasar.


5. Bersihkan Pisau Cukur
Saat bercukur, pisau silet akan menyisakan tumpukan krim dan bulu. Bilas pisau di wastafel setelah setiap tiga atau empat langkah untuk menghilangkan penumpukan, yang menghalangi kelancaran silet dan dapat menyebabkan ruam.


Jika memiliki kulit sensitif, disarankan mengganti silet atau bilah sesering mungkin untuk menjaga kesehatan kulit. Karena pisau yang tumpul akan menyebabkan kemerahan.


6. Biarkan Kulit Tetap Terhidrasi
Penyebab utama jerawat yang berjerawat adalah kulit kering. Penggunaan krim cukur pada kulit kering akan menyumbat pori-pori. Menjaga kulit agar tetap terhidrasi penting dilakukan, diantaranya dengan losion atau facial mist yang diformulasikan untuk kulit sensitif.


“Produk kulit sensitif memiliki lebih sedikit bahan, seperti wewangian, dengan potensi tinggi untuk dermatitis kontak alergi,” jelas Dr. Benabio. Ia menyarankan untuk minum banyak air pasca bercukur untuk mengembalikan hidrasi dan kelembaban kulit.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore