
Kumis dan cambang menjadi simbol kelelakian. Namun pria kadang terkendala dalam merawatnya.
JawaPos.com - Bagi kaum pria kumis dan bewok merupakan lambang maskulinitas. Namun sebagian pria merasa kurang nyaman dengan bulu-bulu tipis di sekitar wajah. Oleh karena itu mereka rajin membersihkannya.
Namun lebih dari tiga pria mengatakan kulit menjadi memerah dan iritasi setelah mereka mencukur (shaving) cambang atau berewoknya. Seperti dilansir dari mensjournal, beberapa pria memiliki kulit sensitif yang mudah iritasi. Iritasi itu jika terkena pisau cukur, seperti kulit berjerawat, kering dan memerah. Akan tetapi dengan enam kiat ini, pria dapat secara signifikan mengurangi peluang iritasi.
1. Bersihkan Wajah
Semakin halus permukaan silet, semakin sedikit kemungkinan akan terkena iritasi. Sebelum mencukur, bersihkan wajah dengan scrub pengelupas yang lembut seperti Clinique for Men Face Scrub untuk mengangkat kulit mati dan alat cukur silau yang potensial.
2. Gunakan Sikat Yang Lembut
Menggunakan krim cukur ke jenggot dengan cara memijatnya sebenarnya dapat meningkatkan kemungkinan iritasi. Sebaliknya, gunakan sikat badger. Tidak hanya lebih lembut dan mudah dibersihkan, bulu sikat yang halus juga dapat melapisi rambut dengan lebih baik, yang pada gilirannya akan membuatnya lebih mudah untuk dihapus selama bercukur.
3. Lembutkan Bulu Berewok
Semakin lembut bulu, semakin sedikit resistensi yang menempel pada pisau cukur dan semakin mudah penghapusannya. Caranya, komores wajah dengan handuk yang dibasahi air panas selama dua menit sebelum Anda bercukur.
"Ini melembutkan rambut dan melebarkan pori-pori serta membantu pisau potong rambut lebih mudah dan mengurangi iritasi," kata Direktur Dokter Healthcare Transformation San Diego, dr Jeffrey Benabio, MD.
4. Pilih Pisau Cukur yang Tepat
Mencukur akan menyebabkan gesekan pada kulit dan iritasi. Untuk meminimalkan kerusakan dapat dilakukan cara pisau cukur seperti berikut. Pertama, gunakan pisau cukur yang tidak lebih dua atau tiga pisau cukur untuk jenis bulu lurus, dan pisau silet tunggal untuk jenis bulu keriting atau kasar.
5. Bersihkan Pisau Cukur
Saat bercukur, pisau silet akan menyisakan tumpukan krim dan bulu. Bilas pisau di wastafel setelah setiap tiga atau empat langkah untuk menghilangkan penumpukan, yang menghalangi kelancaran silet dan dapat menyebabkan ruam.
Jika memiliki kulit sensitif, disarankan mengganti silet atau bilah sesering mungkin untuk menjaga kesehatan kulit. Karena pisau yang tumpul akan menyebabkan kemerahan.
6. Biarkan Kulit Tetap Terhidrasi
Penyebab utama jerawat yang berjerawat adalah kulit kering. Penggunaan krim cukur pada kulit kering akan menyumbat pori-pori. Menjaga kulit agar tetap terhidrasi penting dilakukan, diantaranya dengan losion atau facial mist yang diformulasikan untuk kulit sensitif.
“Produk kulit sensitif memiliki lebih sedikit bahan, seperti wewangian, dengan potensi tinggi untuk dermatitis kontak alergi,” jelas Dr. Benabio. Ia menyarankan untuk minum banyak air pasca bercukur untuk mengembalikan hidrasi dan kelembaban kulit.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
