
Ilustrasi shio yang jadi bos besar setelah imlek. (Freepik)
JawaPos.com - Menjelang Tahun Baru Imlek, suasana biasanya terasa berbeda. Rumah mulai dibersihkan, dekorasi merah bermunculan, dan keluarga bersiap menyambut momen penuh makna ini.
Bagi banyak orang, Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar, melainkan waktu untuk mengatur ulang energi, memperbarui niat hidup, dan membuka diri terhadap rezeki serta kebahagiaan di tahun yang baru.
Menariknya, ada sejumlah kebiasaan kecil yang dipercaya mampu menarik energi positif jika dilakukan menjelang Imlek, seperti berikut ini:
Membersihkan rumah sebelum Imlek bukan sekadar rutinitas domestik. Dalam tradisi Tionghoa, aktivitas ini dimaknai sebagai simbol membuang energi negatif dan kesialan dari tahun sebelumnya. Rumah yang rapi dan bersih dipercaya memberi ruang bagi keberuntungan baru untuk masuk.
Dekorasi bernuansa merah dan emas hampir selalu identik dengan Imlek. Merah melambangkan kebahagiaan, perlindungan, dan semangat hidup, sementara emas diasosiasikan dengan kemakmuran.
Sentuhan warna ini bukan hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menciptakan atmosfer optimistis.
Makanan khas Imlek seperti ikan, mi panjang, dan kue keranjang bukan sekadar pelengkap meja makan. Setiap hidangan mengandung filosofi tentang kelimpahan, umur panjang, dan keharmonisan, sehingga dipercaya membawa harapan baik bagi keluarga.
Melunasi utang atau kewajiban sebelum Imlek sering dianggap sebagai cara melepaskan beban lama. Memulai tahun baru tanpa tanggungan diyakini membuat aliran rezeki dan energi positif lebih lancar.
Menjelang Imlek, sebagian orang mengurangi penggunaan pisau atau gunting. Secara simbolis, hal ini dimaknai agar tidak “memotong” keberuntungan dan rezeki yang akan datang.
Pakaian baru melambangkan awal yang segar. Warna-warna cerah, khususnya merah, sering dipilih karena dipercaya dapat mengusir energi negatif dan menarik keberuntungan.
Jeruk, apel, dan buah lainnya kerap dijadikan dekorasi. Selain menyehatkan, buah-buahan ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keharmonisan dalam keluarga.
Reunion dinner menjadi momen penting untuk mempererat hubungan. Kehangatan keluarga dan rasa syukur yang tercipta dipercaya memancarkan energi positif bagi semua anggota.
Menghindari kata-kata negatif dan memperbanyak doa baik dipercaya membantu menjaga suasana hati tetap optimistis dan harmonis selama perayaan.
Sikap sopan, menghormati leluhur, serta menjaga etika sosial diyakini memperkuat hubungan dan membawa ketenangan batin.
Itulah beberapa kebiasaan kecil menjelang Imlek yang biasa dilakukan oleh orang Tionghoa yang mempercayainya. Kebiasaan-kebiasaan itu bukan hanya ritual budaya, tetapi juga cara reflektif untuk menata hidup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
