Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 02.45 WIB

8 Frasa Ungkapan yang Secara Instan Mengusir Orang-orang di Sekitar Anda

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, namun salah satu wajahnya menunjukkan kebingungan dan ketidaknyamanan, mencerminkan adanya miskomunikasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, namun salah satu wajahnya menunjukkan kebingungan dan ketidaknyamanan, mencerminkan adanya miskomunikasi. (Freepik)

JawaPos.com - Beberapa orang kesulitan dalam berinteraksi sosial, membuat pilihan kata mereka tidak tepat. Alih-alih terhubung, mereka justru menggunakan ungkapan yang secara tak sadar bisa menjauhkan orang lain. Ungkapan-ungkapan ini kerap kali menjadi penghalang komunikasi.

Melansir dari Geediting.com Rabu (17/9), ada beberapa frasa umum yang secara konsisten menciptakan jarak dalam percakapan. Mengenali ungkapan ini akan sangat membantu untuk membangun jembatan. Mari kita kenali delapan frasa tersebut.

1. "Aku tahu, tapi..."

Frasa ini sering digunakan sebagai respons saat orang lain berbagi pengalaman atau gagasan. Anda mungkin merasa hanya ingin berkontribusi pada percakapan dengan ide lain, tetapi itu mengabaikan cerita mereka. Anda seolah sedang berusaha membelokkan arah pembicaraan.

2. "Bukan seperti itu kejadiannya"

Bayangkan Anda sedang bercerita seru di tengah kelompok, lalu tiba-tiba ada orang menyela. Frasa ini sering digunakan untuk membenarkan diri sendiri dan menceritakan versi lain dari peristiwa tersebut. Hal ini bisa menghentikan percakapan dan membuat orang lain merasa tidak percaya.

3. "Kamu terlalu sensitif"

Kalimat ini digunakan untuk mengecilkan atau meremehkan perasaan seseorang. Pria atau wanita dengan keterampilan sosial kurang baik kerap melontarkan kalimat ini. Frasa ini tidak hanya tidak valid, tetapi juga bisa merusak hubungan pertemanan.

4. "Sebenarnya..."

Menggunakan kata "sebenarnya" saat orang lain berbicara, bisa membuat mereka merasa bahwa pendapatnya salah. Anda seolah sedang mengoreksi apa yang mereka katakan. Itu dapat mematikan percakapan.

5. "Seperti yang saya katakan..."

Frasa ini sering digunakan setelah percakapan terinterupsi. Alih-alih mengalirkan percakapan secara alami, Anda memaksa mereka untuk kembali pada poin Anda. Itu menunjukkan Anda tidak tertarik dengan apa yang mereka ucapkan.

6. "Tidak bermaksud menyinggung, tapi..."

Ungkapan ini sering menjadi pembuka untuk ucapan yang menyinggung atau mengkritik. Itu seperti Anda ingin melontarkan sesuatu yang tidak mengenakkan hati tanpa harus bertanggung jawab. Frasa ini sama sekali tidak bisa menghapus niat buruk Anda di baliknya.

7. "Terserah"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore