Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 19.25 WIB

Gaya Elit Ekonomi Sulit, Alasan di Balik Gen Z Nekat Berhutang demi Gaya Hidup di Depan layar

Ilustrasi seseorang yang sedang selfie/freepik

JawaPos.com - Sering dijumpai anak-anak muda atau Gen Z yang gemar flexing di sosial media. Banyak dari mereka yang lebih sibuk memberi makan konten daripada memperhatikan kondisi ekonominya sendiri.

Ironisnya, tidak jarang dari Gen Z yang memilih jalan pintas dengan berhutang atau sekarang memanfaatkan layanan pay later, dan pinjaman online yang lebih praktis. Akibatnya, risiko terjerat hutang demi memenuhi gaya hidup yang sebenarnya di luar kemampuan juga semakin besar.

Berbagai faktor pemicu fenomena gen z terlilit hutang dan pinjaman online. Salah satu faktor utamanya adalah tren di media sosial.

Mereka sering meniru gaya hidup influencer atau idola mereka yang terlihat mewah, padahal keseharian Gen Z sangat tidak sebanding.

Sehingga, tanpa perencanaan anggaran yang matang, tabungan yang tidak ada, dan hutang yang terus menumpuk membuat gen Z akhirnya kesulitan untuk mengatur keuangan dan merancang masa depan.

Berutang sebenarnya tidak selalu salah, apalagi untuk kebutuhan yang mendesak. Namun, literasi keuangan yang baik untuk Gen Z penting agar tidak terjebak dalam utang berlebihan dan membebani.

Mengutip dari laman flin.co.id dan /www.fwd.co.id inilah alasan-alasan yang melandasi mengapa Gen Z begitu rentan masuk ke lingkaran utang pada saat ini. 

  1. Fomo

Pengaruh sosial media sangat signifikan terhadap gaya hidup konsumtif. Koneksi media sosial dengan kemudahan belanja online, membuat mereka mudah merasa FOMO terhadap tren gaya hidup yang terus berganti di konten FYP.

Meskipun berada di luar kemampuan finansial, Gen Z kerap terpengaruh konten konsumtif dan berusaha meniru gaya para influencer atau public figure yang mereka idolakan.

Akibatnya, demi terlihat setara di media sosial, banyak yang rela berhutang hanya untuk memenuhi standar sosial media yang sebenarnya tidak mereka sanggupi. 

  1. Belanja impulsif

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore