Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 19.41 WIB

4 Cara Membersihkan Telinga yang Benar, Jangan Lagi Gunakan Cotton Bud

Membersihkan telinga dengan tetes khusus (Foto: Canva) - Image

Membersihkan telinga dengan tetes khusus (Foto: Canva)

JawaPos.com - Telinga memiliki mekanisme alami dalam menjaga kebersihan, tetapi kotoran telinga atau serumen yang menumpuk tetap harus dibersihkan secara tepat.

Serumen atau earwax sebenarnya berfungsi melindungi telinga dari kotoran, bakteri, hingga menjaga kelembapan. Namun, penumpukan berlebihan justru menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Banyak orang masih salah kaprah membersihkan telinga menggunakan cotton bud atau benda tajam, padahal tindakan ini justru berisiko memperparah penyumbatan.

Dirangkum dari alodokter.com dan mitrakeluarga.com, berikut cara membersihkan telinga sesuai anjuran medis yang aman dilakukan agar terhindar komplikasi berbahaya.

1. Menggunakan Obat Tetes Telinga

Obat tetes telinga menjadi pilihan praktis untuk melunakkan kotoran telinga yang mengeras. Cairan ini bekerja dengan memecah earwax sebelum dikeluarkan secara alami.

Umumnya, obat tetes bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter dan digunakan sesuai aturan pemakaian. Penggunaannya sederhana dengan meneteskan cairan ke telinga lalu menunggu beberapa menit.

Setelah cairan bekerja, earwax akan melunak dan keluar perlahan saat Anda melakukan aktivitas seperti mengunyah atau berbicara. Proses ini biasanya aman dan minim risiko iritasi.

Namun, jika telinga terasa perih atau muncul reaksi lain setelah pemakaian obat tetes, segera hentikan penggunaannya. Konsultasikan kondisi telinga ke dokter THT untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Menyemprotkan dengan Air Salin

Air salin atau larutan saline sering digunakan untuk membersihkan telinga dari serumen yang menumpuk. Prosedur ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan ke dalam liang telinga.

Biasanya, metode penyemprotan menggunakan alat khusus bernama earigator yang diarahkan sejalan dengan saluran telinga. Cairan mendorong kotoran sehingga earwax bisa keluar dengan sendirinya.

Walaupun terdengar sederhana, tindakan ini umumnya lebih aman jika dilakukan oleh dokter THT. Hal tersebut untuk mencegah risiko cedera pada saluran telinga atau gendang telinga.

Apabila ingin mencoba di rumah, pastikan menggunakan cairan steril serta peralatan yang sesuai. Hindari menyemprotkan dengan tekanan terlalu keras karena bisa menimbulkan rasa sakit.

3. Kuret Kotoran Telinga oleh Dokter THT

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore